Pindah Rumah ke wurinugraeni.com

Yuhuiii followers blog wurinugraeni.wordpress.com,

Aku sudah pindah rumah, nih. Jadi, yang pengin dapetin tips copywriting, tips menulis, tips reporter,
dan tips ge-je lainnya, langsung follow aja wurinugraeni.com.
Insya Allah lebih up date di blog yang baru.
Buat kamu yang pengin baca lagi tips-tips di blog ini, semua juga sudah pindah ke blog baru.
Soalnya, ini saatnya move on dan mengubur kenangan lama #NgomongApaSeh

Sementara, blog ini berisi resensi buku yang pernah aku tulis sebelumnya.
Lagi bingung, enaknya blog ini diisi apa lagi ya selain resensi buku?
Sempat kepikiran posting soal jadi emak baru tapi nanti bayiku lebih populer daripada aku,
pengin posting soal galau tapi nanti dikira cabe-cabean, eh.
Atau posting soal up date harga bawang di tukang sayur langganan? Hehehe.

Kira-kira ada ide, blog ini ambil tema apa ya?

Madrasah Pertama Bagi Perempuan

Judul Buku: The Beloved Aisyah
Penulis: Irfa Hudaya
Penerbit: Penerbit Revive!
Jumlah Halaman: 290 halaman
ISBN: 9786027046443
aisyah

Continue reading →

Dua Hal yang Menumbuhkan Rasa Bersyukur

Sudah banyak kalimat motivasi yang mengatakan kalau semakin sering bersyukur kian menumbuhkan kebahagiaan. Soalnya, rasa syukur itu justru yang membuat hidup terasa lebih bahagia karena menikmati apa saja yang sudah didapatkan. Kalau saya, merasa bersyukur sudah mendapatkan dua hal berikut ini di dalam hidup.

Continue reading →

Story Contest ANAKKU TIKET SURGAKU

Story Contest : “Anakku Tiket Surgaku”
Periode: 10 Desember 2014 – 31 Januari 2015
Hadiah:
5 paket mukena (Ibu dan anak)
5 paket buku Tiga Serangkai

Berkelana di Istana Buckingham

Judul Buku: The Queen at War
Penulis: K.A.S Quinn
Penerjemah: Ambhita Dhyaningrum
Penerbit: Metamind, Creative Imprint of Tiga Serangkai
Jumlah Halaman: 354 halaman
ISBN: 9786029251203

20141204_083630

Continue reading →

3 Langkah Menyiapkan Dana Pensiun

Berdasarkan fakta, usia produktif seseorang bekerja itu maksimal sekitar 55 tahun. Sementara, rata-rata masa hidup orang mencapai 75-80 tahun . Lalu, bagaimana mencari biaya hidup selama rentang usia 56 hingga 80 tahun nanti? sementara statusnya kemungkinan besar sudah tidak bekerja dan tiada pemasukan. Maka, menyiapkan dana pensiun menjadi solusi jitu. Berikut 3 langkah dalam menyiapkan dana di masa tua yang popular dengan istilah “3i”.

i pertama adalah insyaf

Insyaf atau menyadari bahwa biaya hidup manusia akan terus meningkat. Nilai uang Rp 50.000 saat ini tentu berbeda ketika sepuluh tahun mendatang. Harga beras pada awal tahun 2000 adalah sekitar Rp 2.500/kg. Sedangkan sekarang mencapai harga Rp 9.000 per kg. Kalau pun di masa tua hanya mengandalkan suntikan dana dari anak juga tidak menutup seluruh biaya hidup, karena rata-rata memiliki 1-3 anak/keluarga.

1 Continue reading →

Begini Cara Menolong Anak Indonesia

Tidak dapat dipungkiri, belum seluruh anak Indonesia sudah mencicipi kehidupan yang layak. Bahkan tercatat sekitar 17% anak Indonesia mengalami gizi buruk (1). Sebagai bagian dari masyarakat, tentu ingin memberikan kontribusi kepada anak Indonesia. Padahal, menolong dapat dilakukan kapan saja dan dimanapun. Maka, berikut ini adalah macam-macam donasi yang dapat diberikan kepada para anak. Continue reading →

Cara Sederhana Menambah Amal

Judul Buku : Mizan (Jurus Jitu Memperberat Timbangan Amal) / Kaifa Tutsaqqil Mizanak
Penulis : Dr. Muhammad bin Ibrahim an-Nu’aim
Penerjemah: Kamaluddin Irsyad
Penerbit : Tinta Medina, Creative Imprint of Tiga Serangkai
Jumlah Halaman : 162 halaman
Cetakan Pertama : November 2013
ISBN : 9786029211856

MIZAN

Continue reading →

Cinta Bertepuk Sebelah Tangan Si Cantik

Judul: Diary Princesa
Penulis: Swistien Kustantyana
Penerbit: Ice Cube Publisher
Terbit: Febuari 2014
Tebal buku: 262 halaman
ISBN: 9789799106797

20140909_144619

Continue reading →

Cinta di Dunia Arsitek

Judul: Just in Love (Menjadi Tinggi Tanpa Merendahkan dan Mencintai Tanpa Melukai)
Penulis: Dian Nafi
Penerbit: Grasindo
Terbit: 2014
Tebal buku: vi + 194 hlm
index Continue reading →

Cinta Bersemi di Medan Perang

Judul: Kei (Kutemukan Cinta di Tengah Perang)
Penulis: Erni Aladjai
Penerbit: GagasMedia
Terbit: 2013
Tebal buku: vi + 254 hlm

KEI

Berada di wilayah konflik terkadang mampu meletupkan cinta dan mempererat persahabatan. Seperti cerita dari Kepulauan Kei. Naskah yang pernah menjadi pemenang unggulan Dewan Kesenian Jakarta 2012.

Continue reading →

It’s Aerobic Time

Sebenarnya, saya itu demen banget sama olahraga. Suwer! Khususnya senam dan renang. Tahu enggak, saya sudah hobi senam aerobik semenjak di bangku kuliah. Bahkan ketika saya sibuk bekerja sebagai reporter dulu, tetap senam di dekat kos. Wajar dong, kalau sampai sekarang banyak yang mengira saya masih anak kuliahan *plak. Tetapi, pasca merit dan move on ke Semarang, olahraga saya berenang saja. Belum nemu tempat senam aerobik yang klop di hati #TaelahKayakNyariJodohAja. Sayangnya, kolam renang di dekat rumah akhirnya tutup, huhuhu.

Continue reading →

Boleh Memarahi Anak, Kok

Judul: Marah Yang Bijak (Panduang Islami Menjadi Orang Tua Bijak)
Penulis: Bunda Wening
Penerbit: Tinta Media, Imprint of Tiga Serangkai
Tebal: 108 halaman
Tahun terbit: 2013
ISBN: 9786029211771

cover buku Marah Yang Bijak Continue reading →

Cinta di Rumah Betang

Judul: Betang (Cinta yang Tumbuh dalam Diam)
Penulis: Shabrina WS
Penerbit: Quanta, Imprint of PT Elex Media Komputindo
Tebal: 175 halaman
ISBN: 9786020223896

Betang-Cinta yang Tumbuh Dalam Diam Continue reading →

Naksir Pak Reporter

Appetizer

“Wuri, kamu liputan dia ya,” titah Bos Produser sembari menunjukkan layar komputer kantor.

Hedeeeh! Sontak aku ingin menelan Bos saja, walaupun bakal tersendat di tenggorokan sih, ups. Padahal aku ingin kipas-kipas sambil eksis nyetatus, sesekali makan gaji buta boleh lah. Tetapi suara cetar Bos meruntuhkan impian karyawan teladan ini #PedeNdakTahuDiri.

Aku melihat jari telunjuk Bos mengacung pada berita online. Terlihat pula foto seorang lelaki (yang kayaknya) tulen tengah tersenyum lebar. Itulah perjumpaan pertamaku dengan foto Mas, hihi. Waktu itu, tidak ada kejutan di dada. Rasanya flat. Habisnya, di foto itu si Mas enggak kibas-kibas dolar yang bisa bikin mataku kedip-kedip lenjeh sih.

“Dia pemenang lomba blog,” imbuh Bos.
*talk to my hand, Bos.

Di masa itu, blog belum berkembang seramai sekarang. Ibarat kuburan, dahulu sepi, sekarang jadi tempat pacaran, eh. Begitu pula dunia blogging, ketika itu hanya segelintir blogger dan kompetisi. Jadilah, begitu Mas (lagi beruntung) dapat juara 1, lantas gaungnya sampai ke kolong ibukota, eh. Kebetulan Bos sudah ketok palu kalau tema episode berikutnya adalah blog.

repgambar dicomot dari sini. Continue reading →