Go Green dari hal kecil

Sebenarnya ini cerita waktu aku menemani suami dengan teman-teman loenpia-nya, sekitar … dua atau tiga bulan yang lalu. Ah, ketahuan deh berapa lama aku tidak membuka blogku. *nyapu teras blog yang penuh daun berguguran hingga daun muda*.  Waktu itu, ada salah satu perwakilan dari LSM Lingkungan di Semarang, kalo nggak salah namanya Bentari (kalo salah dikurangi 10), yang jadi salah satu pembicaranya. Sebenarnya banyak yang dijelaskan tentang hidup go green, bahkan kami membahas arsitektur area bawah tanah Gedung Lawang Sewu yang sebenarnya bertujuan untuk pendinginan alami ruangan. Maklum, Indonesia kan menganut aliran tropis yang panas dengan tiupan angin sepoy-sepoy *angop*. Tapi, sekarang aku cuma ingin berbagi, bagaimana kita perduli dengan lingkungan dari hal yang kecil-kecil saja #saking kecilnya maka kita perlu mikroskop untuk melihatnya. #bukan kutu.

Langsung aja deh, dibaca penjelasan berikut, mudah kok kalo dipraktekkan (dengan niat kuat pastinya) :

Pertama, bawa tas belanjaan kemana-mana, seperti contoh foto 1. Usahakan tidak pakai plastik toko. Jujur, kalo yang ini sudah cukup lama aku praktekkan, *penonton tepuk tangan* bahkan salah satu penjaga kasir mini market dekat rumah, sudah hafal dengan kebiasaanku yang bawa tas sendiri.  Berat? pilih aja tas belanja yang ringan. Ribet? cari aja tas belanja yang mudah dilipat. Males? jiaaahhh itu mah penyakit stadium akut.  Coba lihat sampah plastikmu di belakang sekarang juga. Jangan sampai tingginya melebihi Gunung Himalaya! Tapi, aku kadang juga lupa bawa tas belanjaan sih, namanya juga manusia #nyari kambing hitam. Tapi jaraaannnggg banget. Kalo nggak percaya, coba tanya suamiku deh *nyogok ke suami*

Foto 1

Kedua, lihat perbedaan dua gambar di bawah ini #bukan kuis. #tidak berhadiah :

Foto 2 (pake penutup dan sedotan)

Foto 3 (cuma gelas ajah)

Kita dapat mendukung go green dengan memilih yang foto 3. Biasanya makan di restoran cepat saji pasti dapet kayak foto 2. Tapi kita bisa menolaknya kok dan milih seperti foto 3. Ingat, penutup gelas dan sedotan kan dari plastik. Jangan perbanyak sampah plastik deh. Kecuali kita bawa pulang minumannya #sedikit baek hati.  Jujur, untuk yang satu ini masih syusyaaaahhhh aku lakuin. Dengan pertimbangan menjaga higienis #alesyan, aku lebih nyaman pake sedotan saat minum di luar, kecuali gelasnya plastik yang satu kali pake. Ah, semoga aku bisa menghilangkan kebiasaan pakai sedotan.

Ini sepenggal tips bagi yang mendukung go green. *nggaca diri dulu*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: