XL Memajukan Negeri : Memajukan Penulis Perempuan

XL MEMAJUKAN NEGERI : MEMAJUKAN PENULIS PEREMPUAN

Oleh : Wuri Nugraeni (twitter@wuri27)

 

XL Memajukan Negeri Melalui Handphone

Pertama kali aku mengenal dunia seluler sekitar akhir tahun 2003. Saat itu telepon seluler masih berlayar monochrome dengan ringtone bersuara polyphonic. Istilah smartphone belum masuk dalam daftar memori otakku. Keypad pada handphone yang beredar juga masih berjumlah 12 macam. Pasalnya, satu tombol, misalnya pada angka 2, sekaligus untuk menyusun karakter A, B, dan C. Belumlah hadir querty keyboard pada HP. Harga dengan kulitas minimalis itu pun di pasaran mencapai angka cukup menjulang. Aku jadi penasaran sejak kapan sih HP mulai menjamah di negeri ini. Ternyata…

Perkembangan handphone di Indonesia dimulai pada tahun 1984.”

[http://portal.paseban.com/news/7381/perkembangan-handphone-di-indonesia, diakses pada 4 Mei 2012]

Waktu itu, aku masih menjadi salah satu mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi pada salah satu universitas di Surabaya. Sebagai seorang yang belajar di perguruan tinggi, aku memiliki tugas di luar kampus yang berjibun. Mulai dari membuat tulisan jurnalistik, memetakan majalah mini, menyusun makalah, magang di media, hingga tugas mata kuliah fotografi. Perlahan-lahan aku mulai mengkonversi ritual komunikasi dari telepon rumah menjadi smart message service (sms). Terpaan HP sangat menunjang gerak-gerikku menyelesaikan pe-er. Ini adalah letupan awal yang membuatku sadar sebagai anak muda yang sangat terbantu dengan hadirnya XL Memajukan Negeri.

Sejak awal, aku sudah memilih salah satu operator dengan artis terbarunya yaitu Ipang. Saat itu masih menggunakan warna kuning dan bening, yang sekarang sudah menjelma menjadi biru dengan icon yang lebih energik. Dukungan jaringan yang bersih membuatku mudah menjalani berbagai tugas dari dosen. Karena teknologi baru lahir untuk memudahkan penggunanya.

Kehadiran telepon genggam masih berupa sms dan telepon. Masih belum masuk teknologi HP dengan kemudahan akses internetnya. Tiada handphone dengan aplikasi chatting di dalamnya. Keterbatasan teknologi HP tersebut sudah sangat mendukung aku, untuk menuntaskan berbagai pekerjaan di bangku kuliah.

1.Tugas Jurnalistik

Sebagai mahasiswi Ilmu Komunikasi, aku juga belajar bagaimana menulis karya jurnalistik, membuat koran sederhana, dan melakukan wawancara di lapangan. Aku beruntung sudah memiliki HP yang mempermudah komunikasi antara aku dengan teman-teman satu tim (tugas jurnalistik umumnya terdiri dari 5 orang dengan hasil akhir berbentuk koran minimal 4 halaman). Aku juga dapat cepat mengetahui perkembangan data yang di dapat, karena memecah tim menjadi dua lokasi wawancara.

Selain itu, aku dengan mudah melakukan janjian wawancara dengan nara sumber. Aku tidak perlu mengerahkan ekstra tenaga untuk menuju kantornya hanya sekedar melakukan perjanjian wawancara. Aku cukup menggunakan HPku, menceritakan maksud dan tujuan aku dan tim datang, lalu meminta waktu pasti untuk melakukan wawancara. Aku dapat melakukan semuanya hanya dari kampus atau rumah. Setelah oke, baru aku dan kawan-kawan datang sembari membawa tape recorder mengunjungi tempat kerja nara sumber. Lebih memberi efisiensi waktu.

2.Fotografi di Lapangan

Manfaat HP juga terasa ketika aku memiliki tugas fotografi di pulau Madura. Aku wajib menyimpan dokumentasi melalui kamera SLR berupa batik-batik Madura. Rombongan dari kampus sempat terpecah karena ada yang naik bis mini, sisanya memilih naik mobil pribadi salah satu kakak kelasku. Aku memilih naik mobil bersama delapan orang teman lainnya. Pada perjalanannya, bis dan mobil yang aku tumpangi sempat terpisah. Celakanya, supir, yang juga masih angkatan seniorku, tidak mengenal jalanan Madura. Kami juga takut tersesat di pulau yang besarnya sekitar 5.250 km2 ini. Sempat ada kekhawatiran yang membuncah setiap penghuni mobil. Namun, kehadiran HP menjadi salah satu jalan keluar kami. Dengan mudah ancer-ancer tujuan tersebar melalui sms. Supir dengan mudah menguak misteri jalan kami yang tersesat. Sang supir pun lekas mengikuti perintah melalui tulisan berkarakter 160 tersebut. Tak dapat dipungkiri, hadirnya telepon seluler sekaligus memudahkan kami sampai di tempat lokasi foto. Secara otomatis juga tidak memotong waktu para mahasiswa mata kuliah fotografi ini dalam mencari obyek foto.

3.Skripsi dan Magang

Pada semester VIII, aku mengambil mata kuliah magang sebesar 4 SKS dan skripsi dengan jumlah 6 SKS. Aku masuk menjadi salah satu anak magang di televisi nasional cabang Surabaya. Aku bertugas mendampingi reporter asli televisi yang pertama kali mencetus sebagai stasiun televisi khusus berita. Membagi waktu antara mengerjakan skripsi dengan jadwal magang yang tidak jelas itu cukup merepotkanku. Sebagai anak magang di televisi, terkadang aku masuk pukul 8 pagi hingga 5 sore, tetapi sesekali aku juga masuk dari jam 6 petang hingga matahari menyapa kembali esok harinya. Tergantung shift yang sudah terjadwalkan oleh pihak kantor setempat. Aku juga harus pandai membagi waktu antara menyusun skripsi, bimbingan skripsi di kampus dengan jadwal magang. Telepon genggam di tas sangat bermanfaat untuk melakukan janji dengan dosen untuk bimbingan. Sehingga aku cukup datang ke kampus ketika dosen pembimbingku memang tengah berada di ruang dosen.

Rasanya, teknologi HP memang sangat berguna untukku. Wajar saja bila pertumbuhan HP sangat pesat di Indonesia, karena hampir setiap orang membutuhkannya.

Data terbaru dari Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) menunjukkan bahwa jumlah pelanggan seluler di Indonesia per tahun 2011 telah mencapai lebih dari 240 juta pelanggan pada akhir tahun 2011 lalu, naik 60 juta pelanggan dibanding tahun 2010. Angka ini mendekati jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah 258 juta penduduk pada Desember 2010. Perkembangan jumlah pelanggan seluler di Indonesia bisa dibilang cukup fantastis.

[http://www.teknojurnal.com/2012/01/18/jumlah-pelanggan-seluler-di-indonesia-hampir-mendekati-jumlah-penduduk-indonesia/ diakses pada 30 April 2012]

Aku sampai tak habis pikir, bagaimana sim card yang lebih tipis daripada jariku itu memiliki fungsi yang berjibun. Benda yang juga tidak lebih besar dari genggaman jemariku itu mampu menunjang seluruh aktifitasku sebagai mahasiswi. Bagaimana XL Memajukan Negeri melalui jaringan yang mempermudahku berhubungan dengan orang luar saat menjalankan tugas dari dosen. Itulah awal perkenalanku dengan dunia seluler, yang ternyata masih menolongku hingga detik ini. Tanpa mengira, tahun-tahun berikutnya aku pun merintis sebagai penulis yang mendapat dukungan dari benda kecil itu.

 

Foto: simcard

XL Memajukan Negeri Melalui Internet

Singkat kata, aku bekerja sebagai reporter di salah satu rumah produksi di Jakarta, setelah gelar S1 di tanganku. Lima tahun kemudian aku memutuskan mengikuti pindah ke kota dimana suami mengais rejeki. Akhir tahun 2010 menjadi momenku yang memutuskan coba menjadi penulis karena alasan dapat bekerja lebih fleksibel. Aku tidak ingin terus menjadi benalu suami yang hanya makan dan tidur dari payung materinya. Aku juga membutuhkan ruas untuk mengisi dahaga kreatifitasku. Inilah cikal bakal bagaimana lagi-lagi XL Membangun Negeri memberiku jalan mengenal lebih luas dunia penulisan hanya dari balik layar laptop di rumah.

Melalui dunia maya aku mengenal komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) di grup facebook. Komunitas yang mayoritas adalah ibu rumah tangga itu memberi kesempatan bagi ratusan anggotanya mengeluarkan potensi dengan menulis. Tanpa menutup kemungkinan bagi mahasiswi, pelajar, atau wanita karir juga bergabung di grup ini. Komunitas yang digawangi oleh Indari Mastuti ini membuka ladang bagi para ibu rumah tangga, yang identik dengan pekerjaan domestik ini, untuk meluapkan produktifitas melalui buku. Aku bertemu penulis ulung hingga penulis ingusan sepertiku. Wadah yang saling memompa untuk menjadi lebih baik, belajar mencerna kalimat, hingga api yang membakar etos usaha lebih besar lagi.

“Dari sini lahir definisi kelompok rujukan sebagai kelompok yang digunakan sebagai alat ukur (standar) untuk menilai diri sendiri atau utuk membentuk sikap.”

[Drs. Jalaluddin Rakhmat, M.sc., Prikologi Komunikasi, hal.146, 2001, Pt. Remaja Rosdakarya, Bandung]

Saat ini, komunitas IIDN sudah memiliki 15 cabang di Indonesia dan 7 cabang di luar negeri, tidak terkecuali cabang Semarang. Sebagai anak baru di kota Semarang, aku sangat menikmati perkenalan baru di dunia online via grup IIDN Semarang. Pertemanan yang sesekali berujung kepada kopi darat (kopdar) sesama anggota grup. Aku seolah-olah menemukan teman baru di kota baru ini. Inilah manfaat terbesar hadirnya XL Memajukan Negeri. Layaknya berada di jalan lenggang menimba ilmu dengan penulis hebat lainnya di luar sana.

Apa sih enaknya kerja di rumah? Bukannya kalau kerja di kantor itu ketemu banyak teman-teman, enggak bosan di dalam rumah, dan bisa jalan-jalan walaupun hanya pergi dari rumah ke kantor? Ah, sekarang sudah ada teknologi yang membuat kita dekat secara maya.  Aku menemukan banyak hal positif setelah menggaet modem #pamer nih.

Menjadi seorang penulis bagiku, modal gadget utama adalah laptop, modem, dan HP. Laptop berfungsi untuk menulis sekaligus mengeksplorasi dunia internet. Modem untuk membuka jalur internet di laptop. HP untuk komunikasi lebih seperti whats up, twitter, dan sms kawan-kawan yang hobi menulis. Ketiga barang tersebut menjadi vital bagiku untuk berkreasi dari rumah. Selepas bersih-bersih rumah, suami sudah berangkat kerja, maka saatnya memulai aktifitas menulis sekaligus browsing. Rasa sunyi yang awalnya menyergap batinku yang banyak di rumah sendirian, dengan adanya internet, aku berhasil mendekap pertemanan di dunia maya. Ternyata, dunia maya tidak hanya membuatku mengenal penulis-penulis lain, tetapi juga memberi data yang sesekali aku butuhkan ketika menulis. Buktinya, aku tetap bekerja tanpa meninggalkan tugas-tugas utama sebagai ibu rumah tangga. Kalau aku bosan dengan suasana rumah, aku cukup membawa ketiga barang tersebut ke kafe. Menulis di tempat lain sesekali cukup menyegarkan otakku untuk menyusun kata menjadi cerita.

Selama aku mengikuti komunitas IIDN dan berselancar di dunia maya, banyak hal yang menyergap diriku hanya dari dalam rumah. Semua dengan dukungan XL Memajukan Negeri yang membuatku terkoneksi banyak orang yang posisinya sangat jauh dari rumahku berdiri.

1.Info Menulis

Melalui grup FB yang terkoneksi via internet, aku dapat mengetahui info menulis. Mulai dari informasi seputar audisi naskah buku antologi, informasi kebutuhan naskah penerbit, hingga buku-buku yang popular saat ini. Aku dapat memantau semuanya hanya melalui laptop dengan koneksi internet yang terdampar di rumah. Semuanya dapat aku pantau di rumah, di kafe, atau sewaktu tengah di luar rumah. Sungguh, teknologi yang cukup mempermudah bagiku yang seorang freelance writer.

2.Mengirim Naskah

Kalau waktu dahulu, mengirim naskah sebagian besar harus dalam bentuk hardcopy. Saat ini, beberapa penerbit dan media juga menerima naskah melalui email. Aku cukup menyusun naskah hingga tuntas, lalu melampirkan di email, terakhir klik send. Dalam hitungan detik, naskah tulisanku sudah sampai di tujuan. Bayangkan bila melalui pos? Sangat mempermudah seorang penulis bukan?

3.Jualan Buku

Punya akun FB dan twitter baiknya digunakan untuk deretan hal positif. Misalnya, sebagai penulis, sekaligus wadah promosi gratis buku-buku yang memuat tulisanku. Teman-teman hingga orang yang tidak aku kenal juga dapat mengatahui info terbaru soal bukuku yang tengah beredar.

4.Berkenalan dengan Penulis lain

Sekarang, sangat mudah mengenal penulis-penulis senior yang telah menelurkan berbagai buku atau tulisan mereka di media. Aku cukup follow twitter mereka. Sesekali mereka memberikan tips melalui kultwit yang tengah booming. Tips yang sangat bermanfaat bagi penulis pemula sepertiku. Begitu banyak manfaat yang menjuntai sejak aku menjadi bagian dari perkembangan internet.

5.Berkenalan dengan komunitas

            Fungsi komunitas menulis tidak hanya berbagi informasi, tetapi saling memberi dukungan satu sama lain untuk sama-sama maju menjadi penulis. Banyak orang yang berada di kota atau negera yang berbeda, tetapi dapat saling cepat memberikan dukungan di dunia maya ini.

Itu hanya sepenggal cerita yang sangat menyadarkanku pentingnya internet dalam pekerjaanku. Begitu banyak manfaat dengan adanya jaringan internet XL Membangun Negeri yang secara tidak langsung membangun bakat-bakat penulis pemula, seperti aku. Sebuah potensi yang sudah kian lama aku kubur itu, akhirnya berhasil bangkit kembali.

Foto: salah satu kopdar IIDN-Semarang sekaligus pelatihan menulis.

 

XL Memajukan Negeri Melalui Mobile Internet

Sebagai penulis lepas, apalagi aku yang baru berkecimpung di dunia penulisan, sangat merasa beruntung memiliki HP dengan spesifikasi yang memungkinkan melakukan push email. Aku mendapatkan notifikasi ada email masuk, mention twitter, inbox facebook, panggilan whats up, hingga buzz YM. Manfaat teknologi tersebut membuat aku mudah menjalankan komunikasi dengan penulis lainnya. Termasuk menceracau di dunia jejaring sosial. Aku dapat berkomunikasi sembari tiduran di kasur, atau sambil menonton televisi.

Kehadiran HPku itu juga mempermudah dalam melalukan promosi buku-buku yang memuat tulisanku. Kapanpun dan dimanapun aku dapat upload foto bukuku yang terpajang di toko buku. Aku juga dapat melakukan promosi di melalui akun twitterku dari mana saja. Bahkan belum genap bukunya terpajang di toko buku, beberapa temanku sudah melakukan pre order, hanya karena tahu via akun media sosialku. Aku dapat mengantongi calon pembeli sebelum bukunya beredar. Aku pun dapat menceritakan resensi bukuku melalui blog. Aku dapat cepat membalas komentar di facebook yang bertanya seputar bukuku. Semua hal tersebut dapat aku lakukan hanya melalui telepon genggamku. Pertanyaan dari kawan-kawanku melalui YM, whats up, hingga G Talk juga dapat lekas aku respon di pagi maupun petang hari.

Aku bersyukur telah memasuki era internet yang murah karena XL Memajukan Negeri, memajukan penulis perempuan sepertiku. Aku berharap karya-karyaku dapat memberi inspirasi maupun hiburan bagi pembacanya.

Lepas dari apakah Anda merupakan bagian dari perusahaan kecil, menengah, atau raksasa, atau Anda adalah pengusaha individual atau bukan, pelanggan-pelanggan Anda menggunakan media sosial, dan tiada alasan bagi Anda untuk tidak mengunakannya juga. Hampir tak ada biaya penggunaannya, gampang untuk memulainya, dan media sosial dapat (secara langsung atau tidak langsung) menghasilkan keuntungan finansial yang luar biasa dalam bisnis Anda.

[Dan Zarella, The Social Media Marketing Book, hal.7-8, 2001, PT Serambi Ilmu Semesta, Jakarta]

Penulis juga memiliki kewajiban sebagai marketing buku, walaupun setiap penerbit sudah memiliki tim penjualan sendiri. Alangkah lebih sempurna apabila penulis juga ikut mempromosikan karya-karyanya. Di era yang sarat teknologi ini menunjukkan ledakan HP memberi pengaruh baik bagi karirku.

Foto : Beberapa foto Buku Soloku (1 buah) dan Buku Antologiku

Laptop, modem, dan HP sudah menjadi bagian dari hidupku. Aku dapat mengaktualisasikan diri melalui menulis, yang aku sebar dengan menggunakan jaringan internet. Sebuah pekerjaan yang dapat aku lakukan di rumah tanpa meninggalkan tugas sebagai ibu rumah tangga. Banyak materi penting menyembur di internet. Dengan kecepatan up to 1Mbps di laptop aku dapat browsing beberapa materi seputar menulis. Sekaligus network modem HSUPA/HSDPA/UMTS/EDGE/GPRS/GSM cukup membuatku bebas menpromosikan karya di dunia maya. Satu-satunya operator yang memiliki jaringan serat optik yang luas sangat menunjang segala aktifitasku dari balik pintu rumah.

Aku adalah seorang ibu rumah tangga. Aku juga seorang penulis lepas. Yang bekerja dengan laptop dan modem di rumah. Tetapi, aku masih dapat berinteraksi dengan teman dari berbagai tempat. Aku masih dapat mengaktualisasikan diri walaupun menghabiskan banyak waktu di rumah. Sekaligus, aku memiliki penghasilan pribadi dari hobiku ini. Pekerjaan yang aku sangat nikmati ini dapat bekerja maksimal dengan hadirnya interner XL Memajukan Negeri. Sebuah jaringan dunia maya yang secara tidak langsung memajukan aku sebagai penulis perempuan. Aku dapat bekerja dari rumah. Dan termasuk pula para ibu-ibu lain di seluruh dunia yang menyukai dunia penulisan. Tak dapat dipungkiri, kartu kecil itu adalah pusat pusaran kekuatan. Tak dapat ditampik, sim card layaknya kecil-kecil cabe rawit. Sangat banyak sekali manfaat dari teknologi baik untuk HP maupun modem. Sekaligus mendukung meningkatnya karya ibu-ibu sebagai penulis perempuan.

-SELESAI-

Tulisan ini diikutsertakan pada Lomba Blog XL Memajukan Negeri @idblognetwork dan @xl123

info lomba ada disini

Advertisements

17 responses

  1. Selamat atas kemenangannya. Juara 1 yah 🙂

    Like

  2. wiihhhh dapet Macbook Air nich
    selamat mbak… 😀

    Like

  3. Selamat mbak menang lombanya. Coba liat di forum IBN. Juara pertama. Hadiah Macbook Pro. Ngiler saya mbak. Hehehe…

    Like

  4. Semangat… Semoga tugas2 jurnalistik selanjutnya akan lebih mudah dengan MacBook dari XL dan IdBlogNetwork…. Saya cukup iPhone 4S aja… hehehe

    Like

  5. selamat yah mbak dapat laptop yahh

    Like

  6. Selamaat moga tambah rajin posting… 🙂

    Like

  7. selamat mbak, tulisannya memang keren
    di semarang ya? kita satu kota 🙂
    gimana caranya ikut IIDN? Pengen euy

    Like

  8. congrats.. artikel yang menarik dan nikmat dibaca 🙂

    Like

  9. makasih, gabung IIDN yuk, banyak manfaatnya lho…

    Untuk IIDN Semarang : klik aja link di bawah
    http://www.facebook.com/groups/129324877144582/
    terus Ask Join, nanti sama admin di approve

    Untuk IIDN Pusat : klik aja link di bawah
    http://www.facebook.com/groups/ibuibudoyannulis/

    atau mba bisa add FB aku (www.facebook.com/wurinugraeni), nanti aku masukkan ke dalam grup aku tunggu ya join-nya.

    semoga terjawab

    Like

  10. Selamat yach

    Like

  11. selamat ya… dapet iPhone, kereeennn uey

    Like

  12. Selamat yuahh .. u are the best

    Like

  13. selamat tulisannya emang pantes menang nih 🙂

    Like

  14. Wah, Selamtet Ya…. Like This….

    Like

  15. mantap sobat, sukses selalu ya.. selamat atas kemenangan nya..

    Like

  16. terima kasih banyak ucapannya ya…
    moga makin sukses juga buat semuanya…

    Like

  17. kereeeennnn… pengen sharing…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: