Ngakak Bareng LOL @ The Office

Judul : LOL @ The Office (sekuel dari Buying Office Girl)
Penulis : Dian Kristiani
Halaman : 192 hal
Tahun : 2012
Penerbit : Gradien Mediatama

Fiuh… sudah lama aku tidak menulis tentang buku di blog ini. Sebagai penggila buku (kecuali buku pelajaran), aku pasti share buku yang berhasil menarik perhatianku. Mungkin buku ini mengandung daya magnet mencapai 1.234.567,9 meter dari permukaan laut *bawa meteran*.

Genre bukunya memang komedi. Tapi, dari sekian banyak buku gokil, baik yang lucu beneran sampe yang mengaku lucu, jarang banget menggunakan kata “Aku” sebagai tokoh utamanya. Mungkin karena aku terpengaruh gaya RD (bukan calon suaminya Ayu Dewi, ups ketahuan kalo melirik infotainment *inget kalo puasa gosip*). RD itu salah satu penulis buku laris manis spesialis gila. Memang buku komedi pertama kali yang aku baca adalah miliknya, kedua milik penulis lain, ketiga penulis yang lainnya lagi… yang notabene banyak pake kata ganti “Gue.” Nyatanya nyaman juga kok penggunaan “Aku” di buku komedi. Tidak sedikit pun mengganggu cerita yang bikin perut kayak masuk mixer.

Pas pertama lihat judulnya, jujur aku agak bingung. Apalagi waktu seri pertamanya berjudul Buying Office Girl. Sebagai orang yang (mengaku) pernah nilai TOEFL merapat ke 550, aku mengira ada unsur kebohongan publik. Mengapa pakai kata “Girl”? Bukankah penulisnya adalah seorang ibu, kenapa tidak “Woman”? #Hallah resensi enggak penting.

Bagi yang lagi galau, lagi di”gantung” sama gebetannya, pedekate enggak sampai finish melulu, capek sama pekerjaan, khususnya bete sama Bos, sama klien, hingga samarinda. Wajib baca buku yang berhasil membuat pikiranmu segar. Tapi aku tidak menganjurkan membaca buku ini pas menikmati me time di salon, di angkot, atau di resepsi pernikahan. Dijamin Anda bakal dikira gila, atau tiba-tiba teman Anda menggiring ke RSJ terdekat! Baiknya baca buku ini lagi meeting sama Bos, dijamin Anda mendapatkan surat sakti a.k.a PHK!

Melalui buku ini membuatku sadar, bagaimana terkadang kelemahan membawa berkah yang memalukan, aku mendapatkan tips per-kadal-an (sambil mikir apa mbak Dian bisnis ternak kadal ya?), mengingatkanku bahwa rasa kritis bisa membahayakan *inget tragedi kresek*, bahkan aku mendapatkan trik pindahan rumah bak maling sandal tengah malam. Ini sebenarnya buku gokil apa buku tips & trik ya???

Tokoh-tokoh yang diceritakan juga nyentik bin unik, sampai bikin aku bertanya, “Ada ya orang yang seperti ini???” *nggowoh*. Belum lagi banyak tokoh dengan tingkat PD menjulang kayak sutet. Bahkan seorang bule diceritakan sebagai sosok yang tidak sempurna, bule itu tidak selalu higienis, Jendral! Sampai-sampai aku juga penasaran dengan sosok Ray Sahetapi Super (diatasnya KW).

Tidak hanya soal cerita or tokoh, Penulis juga memberi istilah baru, seperti makna “copet” atau “lansia untuk barang” dan temuan kata unik lain. Pastinya artinya enggak bakal sama dengan yang tercatat di KBBI.

Gaya tulisan dari penulis yang (mengaku, sekali lagi mengaku) cantik ini 🙂 terbilang berbeda, dengan pilihan kata yang cantik tapi oon, menggiring pembaca susah menebak ending setiap cerita. Saranku, coba kasih buku ini ke Pak Tarno, mungkin doi bisa menebak akhir cerita, “Tolong dibantu ya…” Walaupun mengaku cantik, tetapi penulis juga mengaku sebagai sosok yang punya kelamahan. Siapa sangka sosok yang hobi baca in ternyata malas membaca…. buku panduan! (Kalau buku panduan Tips Cepat Jadi Langsing, apakah penulisnya masih tidak tertarik?) *piss mbak Dian*.

Para pembaca tidak hanya tertawa soal pekerjaan as senior marchandiser ini, tetapi bagaimana sepak terjang pasca melepas lebal “karyawan kantor.” Mengganti baju kebesaran berupa blazernya menjadi daster bolong-bolong, bolong kuwi isis lho… Jangan harap ada kisah sepak terjang yang inspiring, malah isinya bikin aku ternganga, “Mbak’e!!! MBak’e!!! Kok bisa toh kayak gitu???”

Satu yang aku suka pada pemilihan katanya, bahasa Soroboyo-an yang mantaaafff, welcome as the real bonek 🙂

Ada pertanyaan yang masih menggelitik di benakku saat ini. Benarkah penulisnya masih doyan makan banyak? *inget-inget pas kopdar di rumah mba Aan*

Ini kesan-kesanku setelah baca bukunya. Lebih tepatnya bukan resensi, karena banyak hujatan ke penulisnya daripada pujian *nyembah-nyembah maap sama mbak Dian*. Tapi menghibur banget kok. Sukses ya mbak as writer… aamiin…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: