KOSMETIK HALAL, SAHABAT SI PETUALANG

Oleh : Wuri Nugraeni (@wuri27)

Pandangan Pertama     

Sebagai perempuan pasti tidak dapat lepas dari paket kecantikan. Iklan di televisi, billboard di jalan utama, hingga banner di media online, merupakan salah satu fragmen yang menawarkan produk untuk menjelma setiap penggunanya menjadi menawan. Paparan promosi tersebut meniupkan kepercayaan kalau perempuan itu patut merawat penampilannya. Terlepas tujuannya untuk menarik lawan jenis, agar meraih rasa percaya diri, atau menjaga kebersihan.

Memoriku masih menyimpan jelas bagaimana pertemuan dengan salah satu produk kecantikan. Seumpama gadis yang tengah jatuh cinta pada pandangan pertama. Itulah perkenalanku dengan Wardah. Semua berawal sekitar tahun 2002, tepatnya aku masih duduk di bangku kuliah pada salah satu universitas di Surabaya. Seorang teman menawarkan kosmetik yang mengusung label halal. Pada masa tersebut, masih menggunakan sistem multi level marketing (MLM). Tanpa berpikir dua kali, aku mengajukan diri sebagai pengguna baru sekaligus downline kawanku. Bukan karena aku yang sehari-hari mengenakan hijab, tetapi dengan dalih sebagai seorang muslimah wajib hanya mengkonsumsi segala hal berbau halal. Hatiku mengembang tatkala menemui produk yang dapat menjadikan perempuan cantik dengan halal. Ah, harddisk di otak masih menyimpan bagaimana aku bermodal uang pendaftaraan yang bersahabat di kantong anak muda. Aku pun mulai memasarkan kosmetik ke sahabat, saudara, dan tetangga. Dengan harapan informasi produk kecantikan halal ini semakin berpendar luas di masyarakat. Lokasi kantor pengambilan barang yang dekat dengan rumah semakin mempermudah langkahku. Melalui MLM ini, aku pun mendapatkan pemasukan tambahan yang menjulang sebagai mahasiswi. Ada kepuasan tersendiri saat memiliki uang dari keringat sendiri sekaligus memasyarakatnya kosmetik halal.

Pikrianku jadi tergelitik untuk membaca kembali profil ibu Dra. Nurhayati Subakat, Apt. Sosok yang inspiratif yang memberikan solusi bagi muslimah agar tetap cantik secara syariah. Berawal dari ide dan ruang sederhana, membuka kesadaran bagi perempuan untuk memilih kosmetik yang halal.

Industri Wardah telah berkembang cukup lama, yaitu dimulai dari tahun 1995. Selama kurang lebih 13 tahun perjalanannya, Wardah sempat mencoba berbagai macam teknik penjualan, hingga akhirnya Wardah bisa dikenal seperti sekarang ini. Namun siapa sangka kalau Wardah sendiri awalnya berdiri dari sebuah industri kecil rumah tangga (IKRT).

[Majalah Medisina Edisi 4/Vo.II/Aptil-Juni2008 halaman 5]

Teman Setia Reporter

Selepas meraih gelar sarjana, aku merantau ke Jakarta. Mengais rejeki sebagai reporter di sebuah rumah produksi. Sekaligus memutuskan hubunganku dengan MLM. Kesibukan sebagai tukang wawancara tidak memberikan kesempatan untuk mengurus statusku sebagai member MLM. Sejurus kemudian, Wardah sudah terjual secara konvensional. Product awarenessnya di masyarakat sudah mencapai angka mengagumkan. Aku tidak perlu berkeluh kesah dalam mencari produk-produk Wardah.

Wardah hadir sebagai pionir kosmetik halal juga terus mengikuti demand pasar. Inovasi acapkali dilakukan untuk menjawab tantangan kehidupan modern. Di saat komoditas kosmetik whitening semakin marak, alat kecantikan banyak memastikan kalau memiliki kulit putih bukanlah hal absurb. Hhhmmm… aku justru bergidik ngeri. Bayanganku melayang kalau kosmetik itu tidak lebih dari pemutih baju atau cat tembok di rumah. Apalagi ada tayangan berita investigasi seputar bahaya memutihkan kulit. Alih-alih kulit bersih bak artis papan atas, malah melahirkan bercak-bercak merah. Pemutih wajah umumnya mengubah pigmen kulit. Krim akan mengikis kulit sehingga kulit terlihat tipis dan menonjolkan pori-pori. Desas-desus menyebutkan beberapa produk whitening ditemukan menggunakan merkuri atau hydroquinone. Merkuri biasanya juga digunakan dalam pembuatan lampu, baterai, aku. Sementara hydroquinone umumnya dimanfaatkan dalam proses cetak foto. Bayangkan bila semua zat kimia tersebut menyatu dengan kulit kita? Walaupun sudah hadir Peraturan menteri kesehatan RI NO.445/MENKES/PER/V/1998 tentang bahan, zat warna, zubstartum, zat pengawet dan tabir surya pada kosmetik dan keputusan kepala BPOM NO.HK.00.05.4.1745 tentang kosmetik. Sebagai konsumen, tetap harus bersikap selektif.

Konstruksi budaya menyatakan kalau perempuan cantik itu memiliki kulit putih. Sayangnya, tidak semua perempuan Indonesia memiliki gen berkulit putih. Tidak heran bila produk pemutih digemari banyak kalangan. Apalagi aku tergolong perempuan berkulit sawo matang. Ditambah jabatan reporter yang menuntut aku untuk tampil menarik di hadapan nara sumber.

Stereotyping ini mungkin yang menjelaskan primacy effect dan halo effect … Primacy effect secara sederhana menunjukkan bahwa kesan pertama amat menentukan; karena kesan itulah yang menentukan kategori.

[Drs. Jalaluddin Rakhmat, M.sc., Prikologi Komunikasi, hal.92, 2001, Pt. Remaja Rosdakarya, Bandung]

Untungnya Wardah menawarkan jalan tengahnya. Aku pun sanggup menyunggingkan senyum. Wardah mengeluarkan lightening series yang menjadi kunci jawabanku dalam dilema. Perbedaan antara whitening dengan lightening adalah whitening itu memutihkan, sementara lightening itu mencerahkan. Tentu saja selain halal, aku juga ingin terlihat cantik dengan sehat.

Zat yang terkandung dalam Wardah lightening series tidakakan merubah warna kulit menjadi putih bak warna seragam anak sekolah. Produk Wardah lightening series memiliki cara regenerasi kulit secara wajar. Kandungannya mampu mengangkat sel-sel mati di kulit. Membersihkan kulit dengan memudarkan bercak-bercak hitam. Kosmetik yang membuat wajah cerah secara alami. Tanpa perlu rasa takut adanya dampak negatif pemakaian dalam jangka pendek maupun lama.

Sebagai reporter, aku kerap kali melawan matahari. Aku pernah meliput aktifis sosial yang melakukan sosialisasi di jalan pada siang hari. Nara sumber membagikan brosur pengetahuan di sekitar Bundaran HI. Aku juga mengarahkan kameramen saat mengambil gambar sejarah Keraton Banten. Aku harus berdiri bersamanya di atas reruntuhan bangunan seluas tiga hektar tanpa satu payung di tangan. Aku bahkan pernah mengeliling Pulau Ternate saat meliput profil kesultanan. Berdiri di pantai yang terik agar memastikan liputan berjalan sempurna. Sebagai reporter, aku tidak hanya bekerja di dalam ruang berAC. Lebih banyak menghabiskan waktu di lapangan. Bertemu debu, menantang sinar sang surya, mempermudah kulitku semakin gelap. Pasalnya, aku wajib terlihat segar di mata nara sumber. Aku bersyukur sudah memiliki Wardah lightening series yang membuatku bebas beraktifitas tanpa takut kulit hitam atau bahaya sinar ultraviolet.

Ketika aku harus berpetualang ke berbagai luar kota, Wardah lightening series adalah kawan setiaku selama travelling. Aku tidak dapat bersifat manja dan enggan berpanas-panas ria. Melakukan perjalanan laut dengan kapal kecil, menjelajahi pantai-pantai, hingga menaiki bukit, semua pernah aku lalui. Aku laksanakan pekerjaan tanpa harus sering mengintip kondisi wajah dengan cermin bedak. Aku pastikan, sebelum dan sesudah melakukan liputan, Wardah lightening series telah menghiasi kulitku. Dengan konsisten, kulitku tidak mengalami perubahan signifikan selepas berpertualang.

Travelling dengan Tenang

Selain aku merasa nyaman dalam liputan, aku juga semakin tenang setelah memilih Wardah lightening series. Wardah sudah meraih sertifikasi halal sejak 13 tahun yang lalu. Apalagi sempat terbersit kabar kalau beberapa kosmetik menggunakan unsur lemak babi. Polemik yang sempat menghebohkan kaun hawa. Menggenapi kalau keputusanku adalah tepat. Bagaimana aku bisa yakin Wardah telah meraih status halal? Coba deh lihat produk-produk Wardah sudah terlihat stempel MUInya.

Masih belum yakin dengan tulisan halal di produk? Setelah aku membuka www.halalmui.org, ternyata ada jalan panjang untuk mendapatkan kepercayaan halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Setiap perusahaan harus melalui tahapan :

  1. Perusahaan mengajukan permohonan setifikat halal beserta informasi perusahaan, produk dan bahan.
  2. LP POM MUI memastikan kelengkapan data.
  3. Tim Auditor LPPOM MUI mengaudit langsung ke tempat produsen. Saat proses audit, perusahaan harus tengah melakukan produksi produk yang akan disertfikasi.
  4. Rapat  Auditor  LPPOM MUI  akan mengevaluasi hasil audit dan hasil laboratorium (bila diperlukan).
  5. Hasil audit akan dilaporkan dalam Sidang Komisi Fatwa MUI.
  6. Sidang Komisi Fatwa MUI dapat menolak atau menerima laporan.
  7. MUI baru mau mengeluarkan sertifikat halal setelah ada status halal dari Komisi Fatwa MUI.
  8. Sertifikat Halal berlaku selama 2 tahun.
  9. Produsen harus mengajukan perpanjangan sertifikat halal pada tiga bulan sebelum masa habis.

MUI adalah lembaga yang terpercaya baik di Indonesia, maupun taraf internasional. Prosedur untuk mendapatkan tanda halal yang panjang menunjukkan keseriusan dalam menggelontorkan keputusan. MUI terlihat menjaga kredibilitasnya dan berhati-hati dalam setiap tahapannya. MUI juga menjamin selama proses maupun hasilnya adalah akurat. Tidak jarang perusahaan harus gigit jari saat menerima hasil sidang yang belum menyetujui pengajuan halal produknya.

Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam juga sangat bergantung kepada informasi MUI. Tidak terkecuali informasi kosmetik bagi perempuan. Aku juga ingin apa yang aku konsumsi, termasuk produk kecantikan adalah 100% halal.  Aku dapat terlihat cantik dalam sehari-hari, tanpa merasa was-was dalam setiap nafas.

Kosmetik Blogger

Akhirnya aku melepaskan status reporter setelah memutuskan pindah ke Semarang. Namun tidak menenggelamkan jiwaku yang mencintai travelling. Mencoba meraih peruntungan sebagai penulis pemula dan blogger. Nampaknya perubahan pekerjaan ini tidak menggugah hati untuk melirik kosmetik lain.

Bulan lalu, aku baru saja mendapatkan paket liburan gratis ke Pulau Belitung berkat karya tulisanku. Nyatanya, Wardah masih menjadi sobatku. Selepas membaca itinenary dari panitia, aku bakal berjemur, menjelajah pulau-pulau kecil, berenang hingga snorkling. Batinku mengembang karena ada kosmetik yang akan menjaga kulitku dari bahaya sinar matahari. Dengan tenang aku mengikuti semua acara tanpa takut kulit akan terasa sakit.

Aku memilih Wardah lightening series karena formulanya yang sangat tepat bagi si petualang sepertiku. Terik panas memang cepat menggelapkan kulitku, selain itu dapat memicu kanker kulit. Tahapannya enggak banyak kok, tapi manfaatnya sangat maksimal. Kalau aku biasanya :

1. Lightening Milk Cleanser dan Lightening Face Toner. Dua botol pembersih dan penyegar ini tidak lengket sehingga wajah selalu lembab dan cerah. Kandungan Lightening Milk Cleanser adalah AHA untuk mengangkat sel kulit mati dan olive oil untuk menjaga kelembaban kulit. Sementara Lightening Face Toner mengandung Vitamin E sebagai antioksidan kulit dan tanpa alkohol.

2. Lightening Day Cream. Pelembab Wardah ini dapat menghambat pigmentasi kulit wajah. Di dalamnya ada ekstrak licorice dan UV protection. Sangat halus sehingga tidak sampai lima menit, wajah dan leher sudah rata dengan krim.

3. Lightening Two Way Cake. Warna bedak yang tepat adalah satu warna di atas warna kulit kita. Aku biasa memilih yang Beige. Butiran bedaknya halus dan terasa lembut di wajah. Yang paling aku suka dari two way cake itu mengandung pelembab sehingga aman bagi pecinta jalan-jalan.

4. Lightening Night Cream. Setelah lelah mengeliling lokasi petualang, bertemu dengan krim malam layaknya relaksasi wajah. Setelah wajah dibersihkan dengan Lightening Milk Cleanser dan Lightening Face Toner, krim malam akan bekerja untuk mencerahkan kulit dan melembabkan kulit.

5. Lightening Face Mask. Produk paling favorit adalah Lightening Face Mask. Kosmetik yang wajib aku pakai setelah pulang dari travelling. Caranya mudah dan cepat. Cukup 15 menit maka wajahku terasa segar dan kencang. Aku dapat mengenakan masker di rumah, tanpa perlu meluangkan waktu ke salon. Baunya segar menambah nuansa relaks. Sesekali aku ngeblog dengan wajah yang tengah bermasker. Kalau sudah asik browsing di rumah virtualku, sampai lupa menghapus masker! Untunglah masker Wardah ini masih aman dipakai apabila lebih dari 15 menit. Oh ya, aku mau pake maskernya dulu ya.

Seusai menjelajahi suatu tempat, wajib bagiku membagikan cerita seputar Indonesia di blog pribadi. Aku ingin memberikan informasi wisata, kuliner khas, dan penduduk setempat dari berbagai pelosok Indonesia. Pemandangan alam yang elok, pegunungan yang membentang, hingga birunya laut menjadi daya tarik kuat. Aku berharap, setiap pengunjung di blogku, akan tergugah untuk menginjakkan kaki di sana. Menu kuliner Indonesia yang beragam juga menjadi magnet wisata. Aku berharap naskah di blog dapat menjadi referensi makanan atau minuman setempat. Tidak ketinggalan cerita orang-orang di sekeliling. Di mataku, setiap daerah memiliki keunikan tersendiri. Sebuah memorabilia yang terekam di dunia maya.

Harapanku sederhana, hanya ingin menunjukkan sisi positif Indonesia melalui blog. Kita tahu internet sudah menjalar ke berbagai lini kehidupan. Tidak jarang dari dunia maya justru awal pergerakan masyarakat.

Yang menjadi nilai tambah, media sosial kali ini, tak cuma bergerak di ranah maya, para pelaku sosial media telah mampu mengkonvergensikan kekuatan dunia maya ini dengan dunia nyata, dan bukan sekedar kopdar (kopi darat).

[Ventura Eliswati, Koin Keadilan : Media sosial dan gerakan massa, hal.51, 2011, Rumah Langsat, Jakarta]

Tidak dapat dipungkiri, internet memiliki pengaruh besar dalam efek kognisi hingga behavior masyarakat.

Keuntungan label mantan reporter adalah aku memiliki banyak waktu untuk mengurus blogku. Aku bertekad akan mengisi cerita hal yang positif saja. Khususnya mengenai alam, kuliner, dan orang-orang inspiratif yang pernah aku datangi dan pernah aku temui. Semoga tulisanku memiliki manfaat bagi pembacanya. Apalagi ngeblog memang lebih banyak dilakukan di rumah dan hanya di depan laptop. Sehingga aku lebih memiliki waktu untuk merawat kesehatan kulit. Sehingga tak melupakan elemen cantik sebagai perempuan.

Si Petualang

Sekarang, aku adalah blogger yang masih suka berpetualang. Tuhan telah menciptakan goresan alam dengan nilai seni sempurna. Sebagai hambaNya setidaknya merawat dan melestarikan. Hadirnya blog memberi wadah baru untuk mengekspresikan diri selepas menikmati ciptaanNya.

Selain menjaga alam, kita wajib menjaga kesehatan diri. Melalui kosmetik yang halal serta merta membuat cantik dengan tenang. Aku dapat berkeliling tanpa takut terlihat lusuh, baik di lapangan maupun di sebuah foto. Aku masih dapat merawat kulitku baik saat liburan maupun di dalam rumah. Wardah memang sahabat si petualang. Tidak hanya terlihat cantik saat berjelajah, tetapi juga memberikan rasa aman dengan label halal, plus aku dapat menulis di blog dengan tenang.

Sumber penunjang data dan gambar : www.wardahbeauty.com dan www.halalmui.org

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog yang diselenggarakan oleh Wardah, LPPOM MUI, dan BlogDetik. Informasi lomba ada disini.

Advertisements

11 responses

  1. Waaah, artikelnya mantap…
    Semoga menang yaaa… 🙂

    Like

  2. aamiin YRA, makasih. *kencengin doa* 🙂

    Like

  3. insya Alloh..cantiik luar dalem, mbakk..tulisannya menggugah dan menambah wawasan pembaca 😀 makasii infonya, mbakk

    Like

  4. aih, mba nya bolang juga nih. 🙂

    Like

  5. Wah, keren ya mba, ternyata seorang reporter.
    Kenapa gak muat foto Mba, pas lagi ngeliput?

    Salam kenal
    Kalau sempat, mampir ke blog aku, ya
    http://hertilysurviva.wordpress.com/2012/08/16/the-metamorphosis-of-an-ugly/

    Terimakasih

    Like

  6. […] Wuri Nugraeni – Kosmetik Halal, Sahabat si Petualang […]

    Like

  7. hehe jarang difoto juga pas liputan

    Like

  8. hah…mbak wuri menang lagi…huh cape deh….sayang aku gak bisa ikutan

    Like

  9. panjang banget saya bacanya. salam kenal dan petualang 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: