Nuansa Korea di Looking For Mr. Kim

Judul : Looking For Mr. Kim
Penulis : Aida M.A.
Halaman : 141 hal
Tahun : 2012
Penerbit : Bentang Belia

Buku “Looking For Mr. Kim” adalah kisah perjalanan Wika, putri tunggul Maria dari hubungannya dengan Mr. Kim yang warga Korea. Gadis enam belas tahun itu baru saja mengetahui sosok ayahnya sehingga nekat terbang ke Korea seorang diri. Hari demi hari di Korea untuk menelusuri jejak ayah kandungnya, hingga cinta yang bersemi selama perjalanan tersebut.

Penulis novel remaja memang memiliki tantangan tersendiri. Apalagi sosok Aida MA yang sudah melewati masa puber, harus bekerja keras dalam memahami pergaulan anak muda masa kini. Saya menyebutkan dengan memiliki kemampuan dalam melihat daya tarik para anak gaul akhir-akhir ini. Maraknya idol band dari Korea membuatnya mengangkat tema cinta remaja dalam balutan Korea. Tak heran, dari judulnya saja identik dengan negeri ginseng tersebut, apalagi setelah membuka lembaran demi lembaran, nuansa Korea kental di dalamnya.

Halaman pertama novel langsung menyajikan keriuhan tahun baru di Korea. Sebuah catcher yang sangat menarik bagi pembaca. Saya tidak hanya bertanya-tanya kisah cerita selanjutnya, tetapi memiliki informasi tambahan seputar warga Korea dalam merayakan pergantian tahun. Parahnya, saya tidak mampu berhenti hingga seketika itu pula langsung mencapai halaman terakhir, padahal sudah malam! Setiap katanya mengorek rasa penasaran lebih dan lebih.

Aida memaparkan Korea dengan cukup detail. Mulai dari gaya busana para remaja, termasuk aneka istilah pakaian Korea, hingga bagaimana gaya hidup mereka. Sesekali Aida menyisipkan kata-kata Korea yang umum, seperti “Selamat Datang”, kata sapaan, atau “Saranghae” :). Salutnya, Aida mengaku belum pernah ke Korea dan mampu memaparkan kehidupan di negeri tersebut. Bahkan untuk risetnya saja, membutuhkan waktu dua minggu sendiri. *dua jempol deh.

Bahasa yang dipilih sangat sesuai dengan dunia remaja. Ringan, mengalir, tanpa perlu mengerutkan dahi. Seperti novel remaja lainnya, di dalamnya terkandung hikmah secara implisit. Pernyataannya juga tidak terlalu menggurui sehingga mudah tercerap di otak kalangan anak muda.

Satu hal yang bikin saya pengen bilang, “Wow,” terus koprol, hehehe. Endingnya yang mengejutkan. Terlepas tidak ada penjelasan detail seputar siapa sosok Wika dan keluarganya sehingga punya tabungan untuk bertahan di Korea selama dua minggu. Namun, novel remaja ini cukup menghibur dalam kisah cintanya berbalut Korea.

To : Aida MA… makasih quotenya, jadi pengen pelajari Fisiognomi 🙂 ditunggu kelanjutkan kisah Mr. Kim dan Maria yah.

Advertisements

3 responses

  1. sepertinya bagus mbak ceritanya,.. jadi pengen beli

    Like

  2. yap. menghibur kok 🙂

    Like

  3. Amedar Consulting…

    I do accept as true with all the ideas you have offered in your post. They are very convincing and can definitely work. Nonetheless, the posts are very brief for beginners. May you please extend them a bit from next time? Thank you for the post….

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: