MENCARI IBU YANG HILANG

Judul: 3 Anak Badung
Penulis: Boim Lebon
Halaman: 192 hal
Tahun: 2013
Penerbit: Indiva

Nama Boim Lebon sudah tidak asing di dunia literasi Indonesia. Sebut saja karyanya berjudul Lupus ABG dan Lupus Kecil yang cukup menggaung. Selain itu pernah menelurkan tulisan berjudul Ayat Amat Cinta, Maju Iyus Pantang Mundur, Kisah Keluarga Hantu, dll (mungkin karena memegang teguh prinsip orang zaman dulu yaitu “banyak buku, banyak rezeki” #eh). Ketika saya menilik semua judulnya, penulis satu ini fokus pada genre komedi. Mungkin karena efek proses kelahirannya yang ceria. “Dilahirkan 17 Juli 1967 dengan perasaan girang oleh Ibunya.” (hal. 192). Seperti tertuang pada lembar profil di akhir buku.

Pada bulan Maret 2013 lalu, Bang Boim (demikian Beliau akrab disapa), melahirkan buku berjudul 3 Anak Badung. Seperti buku-buku sebelumnya, Bang Boim menceritakan dengan cara fun. Membuat pembaca menyelami kisah 3 anak badung seraya senyum-senyum sendiri kek penghuni RSJ.

Setiap karakter dibangun secara unik. Mulai si Ibu yang bernama BCL alias Bunga Cinta Lebay yang biasa dipanggil Mpok Bung, punya hobi nyanyi bak artis papan atas dengan gubahan lirik pribadi yang bikin telinga mendadak panas. Mpok Bung memiliki tiga anak yaitu Mola yang telmi, Rama yang lumayan (masih lumayan) cerdas, dan si bungsu Reh yang gemar molor. Serta masih banyak tokoh lagi yang secara konsisten menonjolkan karakter unik di masing-masing tokoh. Jangan harap deh, ada sosok kurir narkoba yang gahar. Pun jangan berharap sosok Pak RT yang mengayomi, malah lebih mirip terjangkit narsis akut.

Konon, Bang Boim mendapatkan inspirasi penulisan dari berita seputar pembuangan anak oleh ibu kandung. Di dalam cerita, Mpok Bung secara sadar telah meninggalkan ketiga anaknya di atas kereta Jakarta-Jogjakarta, ketika masih anak-anak. Kemungkinan Mpok Bung enggak sadar sudah menikahi lelaki genetik dari Bang Toyib (3 kali puasa 3 kali lebaran hilang).

Buku yang menceritakan usaha tiga anak tengah mencari Ibu kandung setelah terpisah selama 10 tahun. Secara naluriah, seorang anak pasti merindukan kasih sayang sosok yang telah menyewa rahim bagi tumbuh kembang mereka selama berbentuk janin. Dengan tekad baja, mereka kembali ke kampung halaman, Jakarta, agar berjumpa dengan Ibu kembali. Usaha yang harus berhadapan dengan bandar narkoba, anak jalanan, hingga komunitas pengamen yang ingin memanfaatkan kepolosan mereka. Namun, jangan harap ada kejadian haru-biru sepanjang mereka menjelajah ibu kota demi sosok Ibu. Yang ada, bukunya membuat saya tersenyum geli.

Bang Boim berteguh menceritakan dengan jenaka serta sarat pelajaran hidup sebagai makhluk Tuhan. Ketika saya menginjak di halaman terakhir, sebuah ending yang membuat batin ini mengembang, menggembung, tetapi tidak terombang-ambing #hallah.

Kebetulan sempat bertemu dengan Bang Boim 25 Mei lalu. Futu-futu deh. Saya dengan buku 3 Anak Badung, dan Bang Boim bareng buku Cenat-Cenut Reporter.

a

Advertisements

9 responses

  1. Jadi pengen baca bukunya. Sepertinya kisah sedih, tapi dibawakan dengan humor, seperti apa ya?

    Saya mengundang mbak Wuri untuk berpartisipasi di Give Away saya:
    forgiveaway.blogspot.com/2013/06/give-away-menyemai-cinta.html?m=1

    Like

  2. hehe…
    terima kasih info GAnya

    Like

  3. terima kasih Kak Wuri ulasannya tuk bk 3 Anak Badung, sukses selalu ya, bk Cenat-Cenut Reporter sudah saya, meski belum selesai, hehe

    Like

  4. hehe makasih bang Boim

    Like

  5. dulu punya buku Ayat Amat Cinta, tp gk tau sekarang kemana, dipinjam teman gk dibalikin 😦

    pingin baca buku ini…..

    wah bang Boim koment…. keren 🙂

    Like

  6. makasih sudah mampir 🙂

    Like

  7. Jadi pengen baca bukunya… sepertinya lucu ya Mba… hehehehe

    Like

  8. Extremely nice post. I just stumbled upon your weblog and wanted to say that I have really enjoyed surfing around your weblog posts. In any case I’ll be subscribing to your feed and I hope you write again very soon!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: