Ketika Hati Menempuh Perjalanan

Judul Buku: Perjalanan Hati (Menapaki Jejak Rasa)
Nama Penulis: Riawani Elyta
Penerbit: Rak Buku
Tebal buku: 194 halaman
No ISBN: 9786021755969

PH

Saya tidak tahu sebenarnya apa konflik yang mencuat di novel Perjalanan Hati ini. Bahkan ketika mencapai bab-bab awal, saya hanya bertemu dengan setitik clue demi clue tanpa sanggup menebak hal yang tengah diperdebatkan oleh tokoh. Namun, justru hal ini memetik tanya saya hingga bertekad lekas membaca hingga tuntas. Penulis seolah tengah meletakkan satu potongan puzzle di setiap bab. Lalu semuanya terlihat jelas ketika mata saya menggapai bab akhir.

Novel bergenre romance ini mengangkat kisah cinta antara Maira, Yudha, Andri, dan Donna. Keempat tokoh tersebut disatukan oleh satu minat, yaitu pecinta alam. Tapi itu dahulu, ketika masih berstatus mahasiswa.

Cerita berawal dari niat Maira yang tiba-tiba hendak mengikuti aktifitas komunitas indobackpacker. Keputusan Maira tersebut mengejutkan Yudha, suaminya. Bagaimana tidak, Maira dan Yudha sudah memutuskan berhenti total dari aktifitas pecinta alam. Tapi tiba-tiba Maira ingin kembali mencicipi gunung Anak Krakatau. Ada apa dengan Maira? Apalagi Maira hanya butuh satu kata yaitu “boleh” dari suaminya.

Bukan tanpa alasan kalau Yudha sedikit berat memberi izin kepada Maira. Apalagi kesibukan di kantor membuatnya tidak mungkin menemai Maira menyusuri selat Sunda. Pun keengganan bukan semata-mata karena dia (sebagai suami) takut terhadap kondisi Maira (istrinya) nanti di lokasi liburan.

Bukan itu! Justru karena dua hal yang baru Yudha ketahui sebelum keberangkatan Maira.
Satu, Maira sempat bertemu dengan Donna. Donna adalah mantan kekasih Yudha yang tiba-tiba membuka rahasia seputar kisah cinta mereka semasa mahasiswa. Bukan sekedar aib biasa, tetapi akan terus menghantui rumah tangga Maira-Yudha.
Dua, Yudha tahu kalau Andri juga akan ikut dalam backpacker itu. Andri adalah… mungkin bisa disebut TTM Maira ketika sama-sama menjadi member mapala di kampus. Dia takut, cinta masa lalu istrinya akan bermekaran kembali.

Akhirnya Maira bertekad menikmati alam gunung Anak Krakatau. Ternyata, itu tidak sekedar perjalanan liburan semata. Tetapi perjalanan bagaimana suara hatinya yang sesungguhnya.

Mungkinkah Maira kembali ke pelukan suaminya?
Atau Maira justru membukan “jalan baru” bersama Andri?
Lalu bagaimana nasih Yudha dan Donna?

Novel Perjalanan Hati adalah novel kesembilan oleh penulis. Saya kian menemukan kematangan pemilihan diksi dalam novel ini. Bahasanya ringan tetapi “dalam”. Saya juga dapat menyelami suasana di sekitar gunung Anak Krakatau. Penulisan seting yang detail seakan menarik saya di pusaran kawah yang panas dan aroma belerang yang kental. Jadi, selamat menikmati perjalanan hati Maira sepanjang mencicipi gunung Anak Krakatau.

Advertisements

4 responses

  1. sama-sama, ditunggu novel berikutnya, Mbak 🙂

    Like

  2. hehe monggo ke rumah 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: