Emak Ngocol Bikin Galau

Judul: Mother Keder (Emakku Ajaib Bener)
Penulis: Viyanthi Silvana Kosasih
Penerbit: Bukune
Tebal buku: X + 210 halaman
ISBN: 9786022200987

2013-09-28 11.33.24-1

Mother atau versi Indonesia-nya adalah Ibu, terkadang lebih cetar dengan sebutan Emak, kerap kali identik dengan karakter cerewet stadium akut. Tapi emaknya Vivi, si penulis, kemungkinan memiliki struktur kromosom unik hingga melahirkan sikap dan sifat yang ajiiiib. Tidak sekedar cerewet, tapi acap kali melahirkan ide brilian dalam menghadapi persoalan hidup. Sayangnya, jangan harap ada solusi mirip Sherlock Holmes memecah misteri benang kusut, kebanyakan sih berbentuk huru-hara seperti emak mengejar kucing yang sukses mencuri ikan di dapur. “Kembalikan lele gueee!!!”

Contohnya nih:

Demi menggalakkan “Save kapas” yang umum menjadi bahan kain, maka Emak memanfaatkan bahan yang potensial di sekitarnya. Daripada mengeluarkan duit buat beli kain, lebih baik menggali kreatifitas. Terbukti koleksi baju-baju Vivi ketika masih kecil terbilang eksklusif, tampaknya hanya Vivi sebagai satu-satunya pemilik desain tersebut. Mulai baju merah dengan aksen bunga-bunga kuning, pakaian oranye menyolok mata dan loreng-loreng hijau, naasnya motif yang sama dengan korden atau taplak meja milik Emak, hiks. Cakep banget tuh ada foto Vivi kecil mengenakan baju model yang identik dengan motif gorden sebagai backdroung, keduanya kayak anak kembar beda wujud saja. Konon, koleksi di pagelaran fashion show di Paris lewaaaat.

Belum puas mendandani Vivi ketika masih kecil, Emak pun kerap kali membuat Vivi pengin kabur ke Timbuktu, salah satunya:

Ketika Vivi dan sekeluarganya makan di restoran. Vivi sudah membayangkan makan enak, di tempat asyik, sambil bercanda ria dengan Ayah, Emak, dan adik-adik. Maklum, Vivi punya jadwal padat jadi momen ini termasuk priceless. Ketika pelayan sudah selesai mencatat semua pesanan dan berbalik badan, tiba-tiba…

…nyokap gue mulai teriak manggil lagi, “Eh, Mas… Mas… sini dulu sebentar. Bisa gak masak guramenya? Soalnya kalo gak bisa, suka bau amis gitu. Sini saya bilangin cara masaknya biar ga bau amis bla… bla… bla… (halaman 46)

Kayaknya tuh pelayan bakal lebih milih pindah divisi jadi satpam restoran daripada nyatet tips menghilangkan bau amis pada gurame, tuh tips sudah karatan kali di otak Chef lah *puk-puk Vivi.

Rasanya tidak tega meneruskan bacaan berisi tingkah ajaib emaknya Vivi. Setiap satu kata, saya harus elus-elus dada *sabaaarrr…. “Sabar ye, Vi.” Apalagi dengan penggunaan bahasa yang ringan berhasil membuat saya mulai tersenyum tipis sampai ketawa kejengkang. Ditambah ketika melihat ilustrasi sosok Emak berikut:

2013-09-28 11.34.48-1

Kian meliarkan imajinasi saya soal karakter emaknya Vivi yang gaul, gokil, dan bikin Vivi galau mulu, huhuhu. Selepas Vivi menyibak tabir absurb sang emak, ternyata menutup buku dengan cerita menyentuh, hingga saya juga merindukan sosok Emak saya sendiri yang tinggal di kota berbeda.

Emak will be Emak. Best woman in the world dah #SokBule.

Advertisements

2 responses

  1. Buku lama yang dicetak ulang lagi sama bukune~

    Dan gue udah baca ini dari dulu pas ukuran bukunya enggak segede sekarang, ceritanya emang unyu-unyu konyol yaaa~

    Like

  2. oh iya, lupa kasih info kalau ini cover baru 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: