SUKA DUKA PUNYA KEKASIH REPORTER

Int. Toko buku, sore.

Mas: (buka salah satu buku masak, mengamati halaman resep kue nastar sampai dahi berkerut)
Me: <<< merasa tersinggung karena belum pernah membuat kue nastar sendiri. Sontak tubuh terasa panas kek nongkrong di dalam oven menyala!
Dung… dung… dung!!! Genderang perang pun ditabuh.
Me: (mendekati Mas dengan hati yang sudah gosong, pediiih, hiks) Kita belum punya oven, huh!
Mas: (tatapan polos kek wajah bayi tiga bulan) Cuma lihat foto-fotonya kok.
Me: *keselek buku.

FYI, salah satu job desk Mas memang fotografer liputan kuliner.
See?! Begitulah salah satu episode saya bersama Mas.

Pekerjaan kami pernah sama, yaitu reporter. Walaupun saat ini saya sudah resign tapi kami masih sering diskusi soal media, gosipin mantan narasumber, sampai perkembangan gaji profesi reporter *ngitung duit belanja. Nah, kira-kita gimana ya kehidupan di dalam rumah mungil kami yang berisi cowok-pendiam-hobi-otak-atik-gadget bareng cewek-ceriwis-kalo-sudah-pake-daster?

kamera

Kencan yang jadi-enggak-jadi-enggak-ja…gak

Entah sudah berapa kali saya dandan supertebal sampai badut ulang tahun saja kalah, tapi Mas belum jemput juga gegara liputan tanpa tahu kelar jam berapa *nangis di pojok warteg.
Salah satunya, ketika saya ada janji jam 18 di Semarang pusat, Mas bilang bisa jemput saya di Semarang barat sekitar jam 16. Baeklah, saya bisa membuang waktu di toko buku. Apalagi ada ajakan Mas, usai janji itu, kami bakal kencan berbentuk dinner berdua gitu *taelah. Wajar dong kalau saya hepi banget mengingat kesibukan Mas mengalahkan jadwal manggung One Direction #Mimpi. Tapi Mas mendadak liputan di Semarang selatan walaupun dia berjanji tetap jemput on time.

Jam 16.15: Saya kirim pesan Mas, tanya posisi dia, tapi tak kunjung dibalas.
Jam 16:47: Bulu mata palsu saya mulai layu.
Jam 17:13: Eyeliner saya berubah warna menjadi merah.
Dan… Mas baru jemput jam 17:45! Padahal saya sudah siap ganti baju dengan piyama Hello Kitty saja.

Kalau saya perhatikan, ada kecenderungan giliran saya lagi malas ber-make up, justru kencan kita malah berhasil.
Berarti… *kuburin alat lenong.

kamera

Menyalurkan Sifat Narsis

Punya kekasih yang pekerjaannya menuntut jago fotografi, pasti bikin hati si narsis, seperti saya ini, sontak mengembang. Saya membayangkan bakal memiliki stok foto yang ciamik. Mulai dari wajah beraroma iler sampai sleeping beauty di malam hari. Kalau perlu Mas memoto saya tengah nguleg sambel terasi #Duh.
Tapi ternyata sodara-sodaraaa…
Jadi saya pernah cerita ke Mas kalau paling suka difoto candid. Rasanya lebih natural sekaligus memaksa Mas harus jeli mencuri momen-momen kehidupan saya. Sayangnya, hasilnya adalah seperti foto-foto di bawah ini:

ora bener

Beberapa hasil foto Mas, tapi kok… (awas ya, Maaaaasss! *lempar bantal guling Mas ke ruang tamu)

kamera

Lain di Media, Lain di Kenyataan

Salah satu pekerjaan Mas adalah membuat naskah yang tampil di media cetak. Sekali lagi, duhai yang lagi pedekate sama wartawan dan sejenisnya, jangan harap tulisan para reporter itu 100% menjelma jadi nyata. Apalagi ada unsur roman dalam tulisan si reporter, pasti cuma bikin meleleh ketika membaca.

Waktu itu Mas pernah menulis tentang “5 Tempat Honeymoon yang Wajib didatangi”. Isinya bikin ngeces semua pembaca, mulai Raja Ampat, Wakatobi, Danau Toba, Pulau Weh, Ethiopia, eh. Pasti kalian pada setuju kan dengan tulisan Mas itu. Semua tempat yang ajib bener.
Walaupun, pada kenyataannya, saya belum pernah menginjakkan kaki di lima tempat itu berdua! *sobek-sobek tabloid Mas.

kamera

Buah Tangan Liputan yang Menggiurkan

Eit, jangan sedih dulu. Saya tuh paling hepi kalo Mas bawa “oleh-oleh” dari liputan. Apalagi kalau buah tangan yang dia bawa adalah inceran saya. Seraya dapat durian montok yang runtuh se-kecamatan, slurp.

Pernah saya dapat voucher spa gratis, produk kuliner dari resto-nya narasumber, sampai door prize berbentuk alat elektronik. Lucky I’m in love with reporter… *nyanyi lagunya Jason Mraz dengan gubahan pribadi cuma satu kata.

Oh ya, Mas juga pernah pulang ke rumah sembari membawa sepaket alat kosmetik lengkap (kek seserahan lamaran gitu). Katanya habis liputan produk kecantikan merek tersebut. Mas langsung menyodorkan semuanya kepada saya. Alhamdulillah… ternyata Mas masih normal *dipelototin Mas.

kamera

Banyak Teman, Bisa Eksis

Sebagai reporter, pasti dong kenal banyak orang. Mulai pebisnis, model, sampai mahasiswa yang piyik-piyik #IngetUmur. Enaknya, saya juga bisa ikutan nimbrung sok kenal kalau lagi ngumpul. Maklum, aye kan pendatang baru di Semarang. Tidak jarang ada yang curcol ketika duduk ramai-ramai *pasang cuping telinga, catet diam-diam, pindah jadi tulisan kalau di sampai rumah.

Selain itu, cukup berdampak bagi saya yang lagi belajar menulis. Beberapa teman Mas jadi tahu kalau nyonya-nya sudah menelurkan sedikit buku. Tidak jarang, ada kawan Mas yang minta wawancara saya seputar sepak terjang di dunia penulisan. Awalnya sih enggak pede, tapi hitung-hitung bisa promo buku #OtakDagang. Sebenarnya sih, enggak tega mau menolak, Saya tahu rasanya reporter yang mendapatkan penolakan wawancara dari narasumber, rasanya sakiiit, lebih sakit daripada ketika cinta ditolak #Loh.

Selama hidup satu atap dengan Mas, (tapi sudah sah lho ya *pamer surat hutang kpr) kami masih mendalami makna toleransi satu sama lain. Saya belajar masak biar irit jadi uang belanja lebih dari Mas bisa menjelma menjadi rantang swarovski, atau belajar enggak pecicilan ketika tidur mengingat sekarang ada Mas di samping kecuali Mas ikhlas saya tendang setiap malam. Begitu juga Mas yang terbiasa hidup dengan kesunyian tiba-tiba harus berbagi waktu dengan saya yang katanya super cerewet kalo sudah di dalam rumah.

“Padahal waktu pacaran ndak sebawel sekarang lho,” aku Mas.
Hihihi tertipu kamu, Mas!

Apapun label yang disandang oleh seorang suami-istri, entah itu reporter kek kami, wirausaha gorengan, artis figuran, dll. Menikah layaknya naik di atas perahu, belajar menyatukan pikiran dan rasa kemana akan melaju. Bagi yang hendak ijab kabul dengan reporter, siap-siap mengalami kek kejadian di atas ya, ups.

Saya sangat percaya kalau pasangan kita adalah cermin diri sendiri. Buktinya, setiap kali saya kesal dengan suami karena kebiasaannya, lantas protes ke Mas, sesungguhnya saat itu juga di dalam hati saya berujar, “Sebenarnya saya juga kayak gitu sih.”

Pritilannya:
-Saya bersedia menggunakan bila mendapatkan voucher Aluna Home Spa *aamiin.
Nama Aluna Home Spa sudah tidak asing di telinga warga Semarang. Lokasi pertamanya di pusat kota (jalan Erlangga) kian memudahkan akses bagi pengunjung. Begitu menginjakkan kaki ke dalam ruangan, suasana tenang dan nyaman mampu melenakan batin saya agar relax *gending Jawa berpendar. Saya paling suka paket yang berisi massage, body scrub, dan totok wajah. Walaupun Aluna Home Spa menerima tamu wanita dan laki-laki, tapi bagi wanita berhijab seperti saya dapat meminta ruang yang di dalam. Dijamin aman dari tatapan non muhrim, hehe. Begitu sampai di rumah, bisa pamer bodi “kinclong” di depan suami *co cwit.
Happy wedding anniversary Mak Uniek dan suami. Moga langgeng, sehat, hepi bareng Vivi en Faris. Dan… tetep jadi keluarga edan ya, haha.
-Kisah pernikahan ini diikutsertakan pada Giveaway 10th Wedding Anniversary by Heart of Mine.

logo 10th wedding anniv 2

Advertisements

12 responses

  1. Hehehe, seruuu juga yah punya suami reporter 😀

    sukses buat giveawaynya ^^

    Like

  2. ayeee…. i luv your crazy words, as always *cah kenthir tenan

    Like

  3. buntut2nya dari cerita ini Aluna Spa to, hahaha… moga dapet ya mak.. biar bs spa berdua bareng si mas 🙂

    Like

  4. Mengharukan, xi…xi…xi…!

    Like

  5. kan gegara gaul sama emak kenthir kayak situ, hihihi

    Like

  6. eh, vouchernya sudah buat perorangan lho Mak, coba ceki syarat terbaru 🙂

    Like

  7. mengharukan atau menyedihkan? hiks 🙂

    Like

  8. Hiiihihi, jadi senyum sendiri baca tulisannya Wuri. Good luck ya, 🙂

    Like

  9. ternyata… seru ya mbak punya suami reporter, moga menang deh

    Like

  10. Aamiin *doa kusuk 🙂

    Like

  11. *menunggu cerita dari nyonya motivator hehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: