ATLET BULU TANGKIS MUDA DARI GOR JATIDIRI

Olah raga bulu tangkis agaknya sudah menjadi bagian masyarakat Indonesia. Pertandingan yang kerap kali mengandung daya magnet besar. Menarik banyak pasang mata, baik menjadi penonton di tribun, atau mengikuti melalui layar televisi. Entah itu tingkat nasional hingga level dunia. Tidak terkecuali, pada ajang Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Li Ning Jawa Tengah Open 2013 lalu.

foto 1

Sebanyak 12 lapangan bulu tangkis digelar di Stadion Jatidiri

Sebagai pecinta bulu tangkis, merupakan kesempatan emas bila ajang Djarum Sirnas 2013 kembali mampir ke kota Semarang. Saya ingin menikmati langsung suasana kompetisi yang berlangsung pada tanggal 21-26 Oktober lalu. Stadion Jatidiri pun menjadi riuh karena 1155 atlet tumpah ruah merebut gelar juara. Sebanyak 121 klub nasional, 13 pengprov PBSI, pelatnas, dan 1 klub dari Jepang turun ke lapangan menonjolkan ketangkasan.Pertandingan dengan kelompok usia pemula, remaja, taruna, dan dewasa ini, menyuguhkan atlet bulu tangkis muda.

Untuk ketiga kalinya, Djarum Sirnas mampir ke Semarang. Apalagi tahun ini, pelatnas menurunkan wakilnya hingga membuat kompetisi semakin sengit. Perbedaan dengan sebelumnya hanya mengenai tempat. Tahun 2013 ini, ajang tersebut hanya menggunakan satu stadion, yaitu Jatidiri. Tentu saja, ada tujuan positif usai pagelaran pertandingan bulu tangkis ini.

“Kompetisi ini dapat mengejar ranking nasional sekaligus uji mental bagi atlet. Dengan harapan dapat muncul bibit untuk diorbitkan ke tingkat nasional,” kata Pak Binarto Gani sebagai ketua pelaksana Djarum Sirnas 2013.

Harapan tersebut sejurus dengan impian para atlet. Bahkan untuk usia pemula, di bawah 15 tahun, juga memiliki peluang menjadi juara di masing-masing kategori. Ajang yang mengasah kemampuan atlet muda.

Menurut Zakia Ulfa (Aufa Banjarmasin), alasannya menjadi peserta adalah, “Saya ingin memperbanyak jam terbang bermain biar semakin terasah. Tentu saja, berharap jadi juara dan masuk pelatnas.”

Atlet ganda taruna campuran tersebut menyempatkan waktu wawancara sebelum turun ke lapangan. Pasangan M. Tegar Miradinata berdalih karena menjadi runner up di Djarum Sirnas Bali, bulan lalu.

Sementara itu, salah satu atlet tunggal putra Exist Bogor punya pendapat tersendiri. “Saya senang sekali dengan adanya event ini. Semoga mencapai target yaitu masuk semi final,” tukas Agus Adi Santoso.

 Apapun nama klub mereka. Darimana pun mereka berasal. Dan, target pendek mereka. Satu hal yang pasti, mereka berharap meraih kepercayaan menjadi atlet yang membawa nama Indonesia di tingkat internasional.

foto 2

Suasana pertandingan Djarum Sirnas 2013

Kehebohan tidak hanya berlangsung di lapangan bulu tangkis. Penonton yang hadir kian menyemarakkan suasana. Pandangan mereka terpancang oleh emosi para atlet. Teriakan atlet ketika poin bertambah juga memacu adrenalin penonton. Debaran jantung atlet tampaknya menjalar di batin pentonton. Pun riuh ketika angka mencapai game point atau match point. Demi dukungan atlet favorit mereka.

Seperti kata Setyawan yang duduk di bangku penonton terdepan. “Saya sangat suka nonton bulu tangkis. Waktu tahu ada acara ini dari twitter, saya datang pengin melihat langsung” ujar lelaki asal Padang.

“Tidak sering ada pertandingan bulu tangkis di Semarang. Apalagi ini ajang bergengsi. Ketika tahu dari teman, ya saya langsung datang,” jawab Feby, mahasiswi Universitas Diponegoro, Semarang.

Keduanya mengaku tidak mendukung atlet tertentu. Kedatangan mereka untuk memberi dukungan atlet muda yang kelak memegang tongkat estafet nama Indonesia di kancah dunia. Sayangnya, acara berlangsung tepat masa ujian para mahasiswa. Pun akses ke gor kurang banyak, sehingga tidak semua bangku penuh oleh penonton. Namun, tidak menyurutkan teriakan penonton demi meluapkan dukungan. Dari anak-anak hingga dewasa, tampak menikmati kompetisi tahunan ini.

IMG_1809

Keriuhan penonton ketika memberi semangat atlet yang bertanding.

KEJUTAN DI LAGA FINAL

Atlet unggulan memang tidak acap kali merain juara. Terbukti pada Djarum Sirnas Jawa Tengah Open 2013 menelurkan kejutan. Final yang berlangsung pada hari Sabtu, 26 Oktober lalu menyuguhkan pertandingan dengan poin ketat. Banyak pula yang berlangsung hingga rubber set. Kenyataan yang kian menahan penonton enggan beranjak dari tribun. Dua bola mata saya sampai hanya terpusat pada gerakan kok.

Saya tidak ingin sekedar menonton. Usai pertandingan final, saya menyempatkan diri wawancara beberapa pemenang. Saya ingin mencicipi nuansa kemenangan dari atlet bersangkutan.

Wulan Cahya – Juara 1 Tunggal Pemula Puteri

Atlet binaan PB Djarum ini mematahkan mimpi Asti Dwi Widyaningrum menjadi pemenang. Hanya melalui dua set, Wulan keluar sebagai pemenang. Di Lapangan 1, Wulan mengantongi poin 21-10 21-13. Usai pertandingan, saya pun mendekati Wulan sekaligus mengutarakan beberapa pertanyaan.

Bagaimana perasaan Wulan ketika tahu jadi pemenang?
Lawan saya kali ini tidak terlalu berat. Jadi saya menang dengan cepat.
Kemenangan ini Wulan didedikasikan untuk siapa?
Pertama Allah SWT, lalu orang tua dan pelatih. Juga teman-teman.
Apa harapan Wulan ke depan?
Semoga lebih sering lagi jadi juara. 

foto 3

Wulan Cahya ketika wawancara.

Alamsyah Yunus – Juara 1 Tunggal Dewasa Putera

Atlet Pertamina ini memang menjadi unggulan pertama dalam ajang Djarum Sirnas Jawa Tengah Open 2013 semenjak awal. Alamsyah sudah mengantongi juara di Sirnas Balikpapan, Jakarta, Lampung, Manado, dan Bali. Langganan juara tunggal putera ini sempat mengalami kekalahan pada set kedua. Namun, pada rubber set, Alamsyah unggul dari Thomi Azizah Mahbub. Saya pun bergegas mendekatinya ketika usai pertandingan. Dengan keringat yang masih mengucur, Alamsyah mau memberi jawaban.

Bagaimana perasaan Alamsyah ketika menang?
Senang bisa juara. Ya… hitung-hitung bisa menambah tabungan, hehe.
Momen apa yang paling susah ketika final tadi?
Mengalahkan diri sendiri. Saya harus lebih berani menghadapi kok dari lawan dan angin yang kencang.
Ada tips dari Alamsyah agar memang?
Tadi sih pasrah, nothing to lose, yang penting usaha dulu, kalau takut kalah semakin bikin tegang, malah kalah beneran.

IMG_1669

Alamsyah Yunus ketika semifinal melawan Febriyan Ivannaldi.

Ana Rovita – Juara 1 Tunggal Dewasa Puteri

Melawan unggulan pertama, Febby Angguni, di final Djarum Sirnas Jawa Tengah Open 2013 menjadi tantangan tersendiri bagi Ana. Ana memaksa Febby bemain tiga set hingga keluar sebagai pemenang. Atlet binaan PB Djarum ini mengaku kalau lawannya, Febby, merupakan atlet yang tangguh. Tetapi, Ana memberikan kejutan dengan berhasil mematahkan ratu Sirnas. Saya pun mengikuti gerombolan wartawan usai pertandingan. Dengan ramah, Ana memberi penjelasan.

Bagaimana perasaan Ana usai keluar sebagai pemenang?
Rasanya capai, tapi senang akhirnya berhasil mengalahkan Febby. Soalnya sering kalah lawan Febby kalau di babak final.
Ada tip ketika tadi berhasil menang?
Eee… main sabar sih. Kalau terburu-buru malah semakin tegang dan kacau. 

IMG_1851

Ana mengembalikan kok ketika di laga final.

Meninggalkan Gor Jatidiri usai perhelatan final, masih menyisakan kenangan tersendiri kepada saya. Bagaimana pada atlet, yang mayoritas adalah anak muda, memahami bidang passion mereka sedari dini, dan tahu arah mengasah bakat. Ajang positif seperti Djarum Sirnas agaknya patut mendapatkan perhatian. Pun kelak semakin banyak kompetisi yang mengasah talenta anak muda. Demi harapan bangsa, agar nama Indonesia terus berpendar di kancah internasional.

Saya akan menanti kompetisi Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Jawa Tengah Open kembali berlangsung di Semarang tahun depan. Berikutnya bagi warga Yogyakarta dan Surabaya, saatnya kalian yang menjadi saksi juara atlet bulu tangkis muda.

Foto-foto Djarum Sirnas Jawa Tengah Open 2013 disini.

Video-Video Djarum Sirnas Jawa Tengah Open 2013 disini.

Slideshow Foto dapat dilihat di:

Silahkan play video liputan:

Advertisements

12 responses

  1. nice post saya sangat senang dengan olahraga ini semoga tulisan agan bisa diupdate lagi ditunggu ya gan updatenya, thanks
    kunjungi blog saya juga gan untuk memberi info terbaru…
    http://iklans-ukses.blogspot.com/

    Like

  2. Sama, saya juga suka pake banget sama bulu tangkis 🙂

    Like

  3. eeee baru tau klo cewek juga dipanggil agan deh 😀

    Like

  4. @mak uniek: Mbok ya komentar isi tulisan toh mak 🙂

    Like

  5. Hidup bulutangkis Indonesia,,yg penting cara masuk pelatnasnya sportif,,ngga pake sogok menyogok,,insyaAllah bulutangkis Indonesia bangkit lg,,

    Like

  6. sy kangen sm kejayaan bulutangkis zaman dulu. Semoga kita bs merasakan lagi, ya

    Like

  7. Iyaaa… moga bulu tangkis kita kembali bangkit 🙂

    Like

  8. semoga tidak lama lagi ya mak, aamiin

    Like

  9. Tunggu saya datang yah bu,,,,, sabar,,,,sabar,,,,,semoga tidak ada sogok dan titipan lagi
    jadi saya bisa leluasa masuk PB.Saya akan berusaha untuk menang he,,,he,,,siapa tau
    Alloh mengijinkan Amiiiin

    Like

  10. Aamiin yra, semoga terwujud ^^

    Like

  11. Jangan pake titipan yah pokonya murni seleksi baru bagus bulu tangkis indonesia

    Like

  12. B,Uniek K kalau cewe harusnya apa emang di panggilnya??? IGIN bukan yah hhhh

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: