Cinta Tumbuh Dari Aroma Teh

Judul: My Cup of Tea (Ada Cinta dalam Secangkir Teh)
Penulis: Nia Nurdiansyah
Penerbit: GagasMedia
Tebal buku: VI + 352 halaman
ISBN: 9789797806323

IMG_1955

“Kisah cinta yang terikat oleh cita rasa teh” menjadi daya tarik novel ini. Bagaimana secangkir teh dapat menumbuhkan rasa cinta antara peracik dengan penyesap. Sayangnya, perjalanan memahami definisi cinta itu membutuhkan waktu, hingga lika-liku yang sarat akan pelajaran hidup.

Shereen, tokoh utama wanita, adalah perempuan dewasa yang bekerja di bidang arsitek. Di usia menjelang angka tiga, sesungguhnya dia hanya mengharapkan kehidupan sederhana. Yaitu, menjadi istri, merawat anak-anak, hingga mengurus suami dengan penuh kasih sayang. Kenyataannya, dia justru berhadapan dengan tiga lelaki. Ada Art, cowok idaman gadis-gadis sosialita tetapi bertipe workaholic. Juga Dipi, tetangga sekaligus ‘adik’nya yang berprofesi sebagai chef. Dan, Park Min Ho, duda dari Kotea Selatan yang tampak sempurna bagi seluruh pasang mata.

Buku ini tidak sekedar kisah roman tetapi juga memaparkan kehidupan dunia arsitek secara mendetail. Mulai aneka gaya desain hingga asal sketsa tersebut. Seolah pembaca memetik informasi aneka model rumah. Apalagi kehadiran beberapa ilustrasi yang mengenakan goresan pensil itu, kian menarik pembaca.

Cerita seputar kuliner seakan menambah pengetahuan pembaca. Berbagai aroma teh, gaya racikan, hingga bisnis pastry menghiasi perjalanan kisah cinta Shereen. Sampai bagaimana aroma itu menggelitik hidung tokoh. Lagi-lagi penulis memaparkan secara halus informasi tersebut.

Pun penulis menguliti kehidupan kaum sosialitas. Dengan berbagai topik pembicaraan mereka, konsep acara yang umumnya mereka rayakan, sampai gaya hidup yang sarat akan glamours. Terlepas ocehan mereka yang rata-rata ‘panas’, setidaknya Shereen mengenal salah satu sahabat wanita dari mereka.

Buku ini menggunakan dua POV. Pada bab tertentu memakai sudut pandang orang pertama. Sesekali menggunakan kata ‘aku’ untuk mewakili Shereen, terkadang mengenakan ‘aku’ sebagai tokoh utama cowok. Sementara pada bab lain, penulis menceritakan dari orang ketiga.

Dominasi seting novel memang kota Jakarta. Tetapi terdapat beberapa bab lain memuat nuansa Korea Selatan. Penulis tidak sekedar menjelaskan hiruk-pikuk masyarakat setempat, tapi juga mendeskripsikan cuaca ekstrim.

Akhirnya, perjalanan hidup Shereen mengajarkan banyak hal. Mengenai arti persahabatan, mengejar passion, dan mengenali rasa yang bergemuruh di dada, bukan sekedar agar berada di zona aman dengan menggandeng kekasih.

Ada banyak quote yang menghiasi novel, tetapi paling favorit adalah:
“Terkadang, yang terbaik dalam kehidupan kita adalah sesuatu hal yang sangat sulit untuk dilihat. Biasanya, hal itu ada di depan mata kita, sangat dekat dengan kita setiap saat, dan kita sering sekali sama sekali tidak tahu betapa berharganya itu.” (hal. 278-279).

Bagi pecinta novel romance dewasa, novel ini dapat menjadi pilihan. Karena cinta itu datang dari celah mana saja, tidak terkecuali bulir teh.

Penasaran dengan penulisnya? Nantikan postingan saya tentang wawancara dengan si penulis, serta masih ada tip penulisan dari penulis lain dan kru penerbit yang segera saya posting. Bisa juga memantau tag “gagasdebut” ya.

Advertisements

5 responses

  1. […] Terima kasih buat Nia yang sudah meluangkan waktu untuk membalas wawancara ini. Semoga sukses dengan My Cup of Tea dan ditunggu karya berikutnya. Bagi yang penasaran dengan novel My Cup of Tea bisa mengintip review saya disini. […]

    Like

  2. […] novel keduanya lancar . Bagi yang pengin tahu salah satu novel besutan GagasMedia dapat diintip di sini. Dan, masih ada lagi tip penulisan lho, sila tunggu postingan berikutnya di blog ini, atau ikut tag […]

    Like

  3. […] Bagi yang penasaran dengan penulisnya, tungguin posting selanjutnya tentang wawancara dengan Odet Rahmawati. Selain itu, masih ada posting lain seputar dunia penulisan. Semua masuk di tag “gagasdebut” ya. Kalau ingin dapat tip penulisan dari penulis lain ada di sini, kalau tip penulisan versi editor ada di mari. Bagi yang mencari judul novel lain, sila intip review saya yang ini. […]

    Like

  4. […] ya. Untuk tip penulisan sebelumnya silahkan klik ini. Kalau butuh novel menarik lain bisa intip di posting ini atau penulis […]

    Like

  5. […] saya membaca dua novel keluaran penerbit GagasMedia, yang berjudul Selamat Datang Cinta dan My Cup Of Tea,Β ditambah hasil wawancara dengan penulis kedua novel tersebut, yaitu Odet Rahma dan Nia […]

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: