Saatnya Berpindah Hati

Judul: Selamat Datang Cinta
Penulis: Odet Rahmawati
Penerbit: GagasMedia
Tebal buku: 223 halaman
ISBN: 9789797806675

IMG_1953

Hidup memang kerap kali tidak semulus harapan. Ada rasa pahit dari kenangan mantan kekasih, atau perbedaan pandangan antara orang tua dengan anak. Setiap satu langkah hari ini, merupakan pengaruh dari masa lalu. Kurang lebih, itu yang mencuat di novel ini. Tidak sekedar cerita roman, tapi juga perputaran hidup yang menjadikan pikiran seseorang lebih dewasa.

Alona, gadis yatim piatu yang mengurus butik sekaligus designer, masih menyimpan rasa patah hati oleh lelaki bernama Galih Fauzan. Apalagi memori tiga tahun masa kebersamaan tidak jua tergerus oleh waktu. Setiap dia menginjakkan kaki ke tempat bersejarah, kian menguakkan cerita masa lalu. Entah kapan, Alona akan sanggup move on.

Belum lagi, Alona harus mendukung sahabatnya, Bastian, yang terjebak pada latar belakang keluarganya tengah rumit. Kenyataan yang membuat keduanya kian dekat, baik secara fisik maupun hati. Ada satu pesan Alona buat Bastian yang mencuri perhatian saya:

“Hidup memang ndak ada yang adil, Bastian. Nek semua sama saja, bagaimana kehidupan manusia nantinya? Bisa kamu bayangkan? Kalau hidup itu adil, ndak akan ada manusia lagi yang berusaha. Ndak akan ada, manusia yang mau berdoa dan memercayai kebesaran Tuhan.” (hal. 98)

Setiap jejak, Alona kian mempelajari makna berjuang, baik agar hidup lebih baik, hingga memahami arah hati. Ketika dia mulai menyadari sosok baru yang mengisi relung hati, tepat ketika Galih menawarkan sebongkah cinta. Alona pun butuh waktu mencerna kisah cintanya, berdasarkan pengalaman pahit yang pernah ia lalui. Belum lagi, Keysha, patnert serta sahabat, yang diam-diam memendam rasa pada Galih sekaligus bersiap meninggalkan butiknya.

Novel ini menggunakan seting kota Yogyakarta. Deskripsi suasana Pantai Indrayati juga menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Suara debur ombak, kian memendarkan nuansa romantis. Sampai desir angin yang menghembuskan kata hati Alona. Selain itu, beberapa dialog juga menggunakan aksen Jawa, sebagai pengukuh kehidupan di kota gudeg tersebut.

Novel ini cocok bagi yang tengah bertarung dengan proses move on, agar serasa memiliki kawan senasib, bernama Alona. Juga, bagi yang galau pada kedatangan cinta sejati, agar keyakinan itu kian menjulang. Pun, bagi yang berhasil pindah hati, novel ini mampu mengingatkan soal proses move on Anda, demi seseorang yang terbaik. Ini saatnya, menyatakan, “Selamat datang cinta.”

Bagi yang penasaran dengan penulisnya, tungguin posting selanjutnya tentang wawancara dengan Odet Rahmawati. Selain itu, masih ada posting lain seputar dunia penulisan. Semua masuk di tag “gagasdebut” ya. Kalau ingin dapat tip penulisan dari penulis lain ada di sini, kalau tip penulisan versi editor ada di mari. Bagi yang mencari judul novel lain, sila intip review saya yang ini.

Advertisements

3 responses

  1. Saatnya move on, heheheh

    Like

  2. […] kemarin saya mengupas novel Selamat Datang Cinta di sini. Sekarang, saatnya saya membongkar bagaimana proses penulisnya yang bernama Odet menyelesaikan […]

    Like

  3. […] saya membaca dua novel keluaran penerbit GagasMedia, yang berjudul Selamat Datang Cinta dan My Cup Of Tea,ย ditambah hasil wawancara dengan penulis kedua novel tersebut, yaitu Odet Rahma […]

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: