Behind The Scene Novel

Setelah kemarin saya mengupas novel Selamat Datang Cinta di sini. Sekarang, saatnya saya membongkar bagaimana proses penulisnya yang bernama Odet menyelesaikan naskah. Mulai dari huruf pertama yang dia ketik, sampai buku itu mendarat di toko buku. Lengkap deh.

Odet Rahmawati.
Scorpio kelahiran tahun 1989. Senang ngopi di rumah sambil membaca buku. Biasa melewatkan pagi sampai siang dengan kegiatan menulis. Suka menonton film romantis. Pendengar musik apa pun yang bisa dijadikan teman menulis. Masih menetap di Bandung, meski berkeinginan menghabiskan sisa hidupnya di Yogyakarta.  Penggemar aktor dan musisi Dimas Anggara. SelamatDatang, Cinta adalah karya debut Odet Rahmawati. Dan sekarang, ia sedang menulis novel yang berikutnya.
Twitter : @OdetRahma
Facebook :http://www.facebook.com/odetrahmawati1
Blog :http://odetrahmawati.wordpress.com
E-mail :odet.rahmawati@yahoo.com

IMG_6488

Apa yang membuat Odet menulis naskah Selamat Datang Cinta?

Selamat Datang Cinta bercerita tentang proses menghadapi dan menyikapi sebuah kehilangan. Aku sendiri sangat suka dengan ide utama ceritanya. Sebab, kehilangan memang sudah biasa dialami oleh setiap manusia. Namun terkadang,  ada beberapa orang yang malah menjadikan alasan kehilangan itu untuk membuat diri mereka menjadi jauh lebih buruk. Entah karena merasa sudah tidak memiliki harapan yang baik untuk hidupnya. Atau memang sebagai cara mencari perhatian yang hilang dari orang-orang tersayang di sekitarnya. Selamat Datang Cinta bercerita tentang hal-hal yang memang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Jadi menurutku, ini sangat menyenangkan untuk ditulis dan dinikmati. Hehe. 🙂

Bagaimana Odet mengembangkan konflik di naskah Selamat Datang Cinta?

Aku mengembangkan konflik di novel Selamat Datang Cinta dengan alur maju mundur. Untuk memperjelas alasan-alasan para tokohnya harus bisa menghadapi sebuah kehilangan. Konflik pun dibuat jauh lebih matang dengan catatan-catatan dari editor.

Motivasi apa yang membuat Odet menyelesaikan novel Selamat Datang Cinta?

Motivasi sebenarnya datang dari banyak hal. Dari dukungan keluarga, teman-teman dekat, dan keinginanku sendiri yang memang merasa sanggup untuk melahirkan karya tulis dalam bentuk novel atau buku. Serupa komitmen dengan diri sendiri, bahwa aku harus menyelesaikan dengan sebaik mungkin apa yang sudah kumulai.

Bagaimana proses riset demi kebutuhan naskah Selamat Datang Cinta?

Riset untuk novel Selamat Datang Cinta lumayan banyak. Mulai dari bagaimana profesi para tokoh, setting tempat, konflik, dan lain-lain. Riset yang kulakukan adalah dengan bertanya kepada teman yang mengerti apa yang sedang kubahas dan untuk melengkapinya, aku browsing di internet.

Apa yang membuat novel Selamat Datang Cinta ini berbeda dengan novel lainnya?

Selamat Datang Cinta adalahsebuah novel yang berisi tentang cerita yang ringan, namun memiliki banyak pesan untuk yang merasa bahwa dirinya sendirian atau kehilangan harapan baik dalam hidup. Cocok untuk kamu yang susah berpindah hati dari masa lalu. Hihihi.

Bagaimana proses awal hingga akhirnya naskah diterima di Gagas Media?

Setelah selesai menulis, aku membuat cover sendiri untuk naskahku ini. Biar lebih menarik, aku menggambar sendiri di covernya dan memilih warna cover yang mewakili cerita yang kutulis. Lalu aku kirim ke Gagas Media dengan cara regular pada bulan Desember 2012. Januari aku dapat e-mail dari redaksi yang menyatakan naskahnya sudah sampai. Februari aku ditelepon editor yang memberitahukan bahwa mereka tertarik untuk menerbitkan naskahku dengan catatan harus direvisi. Proses menulisnya sendiri sekitar dua bulan. Dan dilakukan revisi setelah dibaca oleh teman-teman yang memberikan masukan untuk naskah Selamat datang Cinta.

Buku-buku apa yang menjadi inspirasi dalampenulisan novel? Dan Mengapa memilih buku-buku tersebut?

Kalau untuk novel Selamat Datang Cinta mungkin lebih ke Camar Biru dari Nilam Suri. Itu pun lebih terinspirasi dari persahabatan kedua tokoh yang ada di novel tersebut. Selebihnya, Selamat Datang Cinta memang kutulis dari apa yang kulihat dan dialami beberapa orang atas sebuah ketidaknyamanan dalam hidup. Dan semangat mereka dalam menghadapi semua itu.

Ada tip bagi penulis yang hendak membuat naskah novel?

Apa, ya? Hehe.
Kalau mau membuat naskah novel. Pastinya harus sudah memiliki ide cerita ‘mau membuat cerita seperti apa, ya?’. Kemudian membuat kerangka yang baik.
Saran aja, sih. Setelah plot selesai, coba kirim ke teman-teman yang bisa dimintai pendapat. Apakah plot dan cerita yang akan kamu buat sudah cukup baik atau belum? Sebab, kadang ada adegan-adegan yang kurang logis atau tidak penting dalam cerita itu sendiri.
Perhatikan penggunaan EYD yang benar, typo, dan sering-sering berkunjung ke kamus besar bahasa Indonesia (KBBI). Biasanya, naskah yang sudah selesaia kuendapkan dua minggu atau satu bulan. Dalam jangka waktu itu, aku melakukan kegiatan lain: membaca, browsing artikel yang berhubungan dengan tulisan yang sedang kubuat, menonton film dan lain-lain. Biasanya, setelah ada jeda seperti itu. Aku bisa lebih mudah menemukan kekurangan-kekurangan dalam tulisanku. Dan juga, hal-hal yang bisa ditambahkan untuk mempertajam ceritanya.
Kamu juga harus rajin membaca, untuk memperkaya naskah yang sedang dibuat. Sebab, inspirasi kadang datang dari bacaan yang biasa kita nikmati.
Selanjutnya, pelajari buku-buku terbitan dari penerbit yang ingin kamu kirim naskah. Supaya, naskahmu datang pada penerbit yang tepat dengan tema atau segmen yang mereka cari. Kalau aku sendiri memang pembaca buku-buku terbitan Gagas Media.

Terima kasih Odet sudah mau membalas wawancara ini. Masih ada satu tip lagi seputar dunia penulisan yang akan saya posting di blog ini atau ikuti tag “GagasDebut” ya. Untuk tip penulisan sebelumnya silahkan klik ini. Kalau butuh novel menarik lain bisa intip di posting ini atau penulis ini.

Advertisements

One response

  1. […] Cinta dan My Cup Of Tea, ditambah hasil wawancara dengan penulis kedua novel tersebut, yaitu Odet Rahma dan Nia Nurdiansyah, terbersit tanya, “Sebenarnya, benarkah seorang novelis hanya membutuhkan […]

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: